Berita

4 Kali Beraksi, Residivis Penipuan Ditangkap

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Arief Syauri Tarigan (30)  warga Jalan Jawa Lingkungan VIII, Kelurahan Selat Tanjung Medan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota Tanjungbalai, kembali diringkus Timsus Gurita Polres Tanjungbalai karena melakukan tindak pidana penipuan, dan penggelapan sepeda motor (kreta), dan handphone.

Hal ini disampaikan Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai kepada wartawan, Kamis (1/89/2019).

Tersangka merupakan residivis dalam kasus yang sama, dan menurut pengakuan tersangka kepada penyidik, dia telah dua kali masuk penjara yakni pada tahun 2014 dan 2017.

AKBP Irfan Rifai menuturkan, pria yang tidak mempunyai pekerjaan tetap ini diringkus Timsus Gurita Polres Tanjungbalai di Jalan Anwar Idris, Selasa (30/7/2019) sekira pukul 09.30 WIB, hal ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/180/VII/2019/SU/RES T.BALAI tanggal 12 Juli 2019 yang dibuat oleh orang tua korban. Kejadian bermula pada, Rabu tanggal 03 Juli 2019 sekira pukul 21.30 WIB.

Saat itu, korban Khairul Imam bersama tiga temannya bermain di Lapangan Sultan Abdul Jalil atau lebih dikenal dengan Lapangan Pasir.

Lagi asik bermain HP bersama temannya, korban di datangi oleh tersangka dan mengaku sebagai preman di daerah tersebut. Meskipun baru kenal, tetapi mereka (korban dan tersangka) seakan telah lama berkenalan.

Hal ini disebabkan oleh sikap tersangka yang pandai bersilat lidah meyakinkan korban. Sekira pukul 21.00 WIB, tersangka mengajak korban dan temannya ke sebuah warung Mie Aceh di Jalan Sudirman Batu Km 3, untuk makan dan bermain gitar.

Tidak berselang lama, tersangka memulai aksinya membujuk dengan coba meminjam handphone merk Oppo A37 milik korban, dengan alasan menelpon temannya yang pandai bermain gitar. Korban pun memberi pinjam HPnya.

Bukan hanya itu, tersangka pun bermulut manis lagi, dengan meminjam sepeda motor merk Honda Beat BK 4401 QAE warna biru putih milik korban, dengan alasan akan menjemput temannya di Jalan Listrik.

“Kalian minum-minum disini dulu ya, aku mau menjemput temanku. Bentar lagi aku datang,” ucap tersangka kepada korban saat itu.

Namun tersangka tidak kunjung tiba setelah handphone dan sepeda motor korban dikuasainya. Korban mengalami kerugian materi senilai Rp8 juta. Personel Timsus Gurita berhasil mengungkap kasus ini berdasarkan hasil penyelidikan secara marathon, dengan mengumpulkan keterangan.

Saat diamankan, barang bukti HP telah dijual tersangka kepada sopir bus yang tidak dikenalinya. Sementara, sepeda motor milik korban belum berhasil dijual tersangka.

Dalam pemeriksaan, kepada penyidik, tersangka mengaku telah empat kali melakukan aksi penggelapan yakni, dua kasus pada 2018, dan dua kasus pada 2019 di wilayah Kota Tanjungbalai dengan modus yang sama (meminjam kepada korban, lalu dibawa lari dan dijual kepada orang lain).

Masih menurut AKBP Irfan Rifai, pihaknya akan berkordinasi dengan Polrestabes Medan karena tersangka pernah melakukan perbuatan yang sama di Medan. Hal ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/2151/K/X/RESTABES MEDAN tanggal 2 Oktober 2018 atas nama pelapor Irvan  Al Rasyid Tarigan. (ck-04/ahu)

iklan usi



Back to top button