Berita

4 Jenazah TKI Kecelakaan Bus di Malaysia Disambut Isak Tangis

MEDAN, FaseBerita.ID – Empat jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tewas dalam kecelakaan bus karyawan Malaysia Airlines di Selangor, Malaysia, tiba di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Kamis (11/4) sekira pukul 11.00 WIB.

Dua dari empat jenazah TKI itu merupakan warga Sumut yaitu Ayu binti Zulkarnaen (22), warga Dusun 4, Desa Pematang Ganjang, Kecamatan Sei Rampah, Serdangbedagai (Sergai), dan Rosvita Loka Harahap (23), warga Dusun 3 Paluh Manan, Hamparan Perak, Deliserdang.

Sementara, dua lainnya berasal dari Aceh, yakni Azura Afrianti (22) dan Fitri Nurjahari (21). Keempat korban merupakan karyawan perusahaan kargo Malaysia Airlines.

Mereka merupakan bagian dari 43 karyawan Malaysia Airlines yang ada dalam bus yang kecelakaan di Selangor, Malaysia, pada Minggu (7/4). Sebanyak 12 orang meninggal dunia dalam peristiwa ini, termasuk keempat TKI itu. Kedatangan keempat jenazah ini disambut tangis keluarga yang sudah menunggu sejak pagi.

“Semuanya hari ini dipulangkan, yakni 4 jenazah, 2 dari Aceh, 1 Sergai, 1 Paluh Manan,” ujar Fuad Wahyudi, Kasi Perlindungan BP3TKI Medan. Dalam kecelakaan itu,  selain 12 tewas ada 10 lainnya luka-luka.

Fuad mengatakan, pihaknya masih menunggu kabar mereka dari Malaysia. “Masih menunggu informasi  karena yang luka sebagian masih dirawat di rumah sakit. Kalau ada yang cacat dianggap nggak bisa kerja nanti akan dipulangkan.  Warga Sumut yang luka terdata 10 orang tetapi ada yang sudah keluar, yang rawat jalan 2 orang,” jelas Fuad.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya mengutamakan pemulangan jenazah korban. Selanjutnya mereka akan mengurus hak-hak ahli waris mereka.

Sementara itu, Nurhayati (50), ibu dari Rosvita Loka Harahap, mengaku sangat terpukul.  Karena putrinya juga tulang punggung utama keluarganya.

Nurhayati mendapatkan kabar putrinya meninggal karena kecelakaan pada Senin (8/4) pagi. Dia menerima kabar duka itu dari teman Rosvita. Rosvita merupakan sulung dari empat bersaudara. Dia menjadi TKI sejak 2016 untuk membantu perekonomian keluarganya, terutama karena ayah  sudah meninggal sejak dia kelas 1 SMA. (int/fid)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button