Berita

38 Hari, Misteri Kematian Jihan Belum juga Terkuak

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Kasus kematian Jihan Aira Faritsa Gozali, masih samar dan belum menemukan titik cerah. Terhitung 38 hari setelah bocah berusia 6 tahun itu meregang nyawa sesaat setelah memakan es krim dan kacang di rumah ibu tirinya di Jalan Pejuang 45 Kota Padangsidimpuan, Kamis (10/10/2019) lalu.

Sampai kemarin juga, polisi di Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Padangsidimpuan masih menunggu.

Menunggu server penyimpanan data Closed Circuit Television (CCTV) yang diklaim telah diamankan dari rumah toko tempat tinggal ibu tiri korban, NW. Yang juga disebut tidak terbuka dan dalam proses penanganan ahli IT di Universitas Sumatera Utara. “Kita tidak bisa mendesak ahli, jadi kita masih menunggu,” kata Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan, AKP Abdi Abdillah.

Begitu juga pada hasil otopsi tubuh korban di RS Djasemen Saragih Kota Pematangsiantar, Polisi juga mengklaim hasilnya masih diuji kembali ke Laboratorium Forensik Polri dan sampai saat ini belum ada hasilnya.

Selain itu, polisi tidak memiliki bukti lain. Semisal bungkus makanan kacang dan es krim, yang disebut sebelum dinyatakan meninggal dunia di RS Metta Medika Kota Padangsidimpuan, korban mengkonsumsi dua jenis makanan itu, di rumah ibu tirinya. Sebuah rumah toko di bilangan Alaman Bolak Padang Nadimpu Kota Padangsidimpuan.

“Sudah nggak ada (Bungkus), kalau es krimnya kalau nggak salah merek W**ls atau apa saya lupa,” kata Abdi.
Sementara itu, sebelumnya polisi telah memeriksa beberapa saksi di antaranya pekerja yang berada di rumah toko itu. Namun polisi belum bersedia membeberkan hasil pemeriksaannya.

Sebelumnya diketahui, Kamis (10/10/2019) sore lalu, sekitar pukul 16.30 WIB, Husin membawa anaknya Jihan ke rumah istri pertamanya, NW di Jalan Pejuang 45 nomor 33, Kelurahan Wek II, Kecamatan Padangsidimpuan Utara. Dan ia turut berada di sana sampai pukul 18.30 Wib petang. Setelah itu pergi keluar ke gudang usahanya.

Namun pada jam 19.30 malam, Husin dihubungi dari rumah istri pertamanya itu, anaknya Jihan sakit. Selanjutnya Husin segera datang ke rumah istri pertamnya itu dan mendapat keterangan menyebut pada bagian tenggorokan Jihan sakit.

Saat itu juga, Husin yang tercatat sebagai warga Padangsidimpuan Hutaimbaru itu membawa korban ke RS Metta Medika Padangsidimpuan. Sayangnya, satu jam kemudian semenjak masuk pada pukul 20.00 Wib, Jh menghembuskan nafas terakhir. Padahal Jihan sudah lebih dahulu mendapat penanganan medis dari Dokter jaga di IGD RS Metta Medika itu.

Karena merasa tak ada masalah kesehatan anaknya selama ini, orangtua Jihan Noni Fransiska Nasution, termasuk Husin pun merasa curiga dengan meninggalnya anaknya tersebut. Mereka pun melaporkan hal itu ke Polres Kota Padangsidimpuan. Visum et repertum pun dilakukan di RSUD Kota Padangsidimpuan guna bahan penyelidikan.

Orangtua Jihan juga membawa jasad anak perempuannya sudah dipulasaraai itu ke Kota Pematangsiantar, untuk proses autopsi di rumahsakit yang berada di sana. (san)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close