Berita

Yuka, Yola, dan Tapy: 3 Bersaudari Kompak Join Bisnis

SIANTAR, FaseBerita.ID – Persaudaraan yang sebenarnya adalah ketika sama-sama sudah berumah tangga. Kalimat tersebut sering disampaikan dengan tujuan agar yang bersaudara, yang berkakak/abang dan adik tetap akrab meski masing-masing telah menikah dan memiliki keluarga baru.

Demikian yang terjadi pada tiga kakak adik bersaudara kandung, yaitu Yuka Mora Nasution, Yolanda Nasution, dan Tapy Anggora Nasution. Ketiganya kompak menjalankan bisnis bersama, yakni Yuka Fashion yang beralamat di Jalan Panyabungan No 34 C, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar.

Yuka Fashion yang menyediakan busana khusus wanita, mulai blouse, gamis, tunik, celana, rok, jilbab, dan lainnya mulai berjalan sejak sekitar dua tahun lalu. Namun nama Yuka Fashion sendiri sudah ada sejak lama.

“Awalnya Yuka Fashion bisnis jasa menerima jahitan pakaian. Saat itu memang kami bertiga, bersama seorang kakak kami lagi, Goera Nasution, yang menjalankannya. Namun setelah menikah, ia ikut suaminya tinggal di luar kota. Seiring waktu, di saat masyarakat lebih memilih pakaian jadi karena lebih simpel dan relatif lebih murah, akhirnya kami bertiga, saya, Kak Yuka, dan Tapy memutuskan untuk beralih bisnis, namun tidak jauh-jauh dari fashion,” terang Yola, didampingi kakaknya Yuka dan sang adik Tapy.

Yuka merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara. Yola anak keenam, dan Tapy si bungsu.

“Dari tujuh bersaudara, kebetulan hanya kami bertiga yang menetap di Siantar. Yang lainnya di luar kota. Tapi sebenarnya kami sangat kompak semua,” tukas Yola lagi, yang sering dianggap sebagai juru bicara.

Memang, meski bersaudara kandung, namun sifat ketiganya berbeda. Yuka, lebih keibuan dan lemah-lembut. Yola lebih tegas dan berani. Sedangkan Tapy, karena anak bungsu tentu lebih manja.

Dalam menjalankan bisnis, tanpa perlu ada perintah, ketiganya bisa masing-masing mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing untuk mempromosikan bisnis mereka, terutama di media sosial.

Yuka rajin melakukan tutorial hijab di salah satu aplikasi di internet. Karena disertai tutorial, alhasil ada saja netizen yang tertarik dan akhirnya membeli beberapa helai hijab.

Sementara Yola, setiap ada barang yang baru masuk, kerap ber-live ria di akun media sosialnya. Sedangka Tapy, hobi memotret koleksi yang ada di toko mereka.

“Kalau untuk sehari-hari, kami sama-sama melayani pembeli. Kebetulan, hanya kami bertiga yang bekerja di toko, tidak ada pegawai,” jelas Yuka, alumni SMKK Negeri 3 (sekarang SMK Negeri 3) Pematangsiantar jurusan Busana, begitu juga Yola dan Tapy. Hanya saja Tapy mengambil jurusan Tata Boga.

Masih menurut ketiganya, mereka memiliki latar belakang menjahit. Sejak kecil, ketiganya terbiasa melihat dan menyaksikan sang ibu, Nurutetni Sinaga menjahit di rumah.

“Mama kami penjahit terkenal di masa itu. Makanya, karena dia selalu sibuk mengerjakan orderan, kedua adik saya ini, saya-lah yang mengasuh. Jarak saya dengan Yola cukup jauh, sekita tujuh tahun. Kalau Yola dengan Tapy, jaraknya hanya dua tahun. Di antara saya dan Yola, ada dua adik laki-laki,” terang Yuka, ibu tiga anak ini.

Sehingga, sambungnya, baik Yola maupun Tapy memang sangat dekat dengannya. Keduanya kerap meminta pendapat Yuka dalam segala hal, termasuk jika ingin membeli sesuatu barang.

“Kalau saya, tadinya sudah semangat ingin beli tas. Waktu saya tanya Kak Yuka, dan dia bilang tas itu kurang bagus, saya nurut,” tambah Yola.

Untungnya, kata mereka, para suami sejauh ini baik-baik saja dan tidak pernah protes kedekatan mereka.

“Kalau mereka berdua minta izin sama suami ingin pergi dengan saya, pasti diizinkan. Karena para suami kami juga saling akrab,” sebut Yuka.

Meski akrab dan kompak, tidak jarang ketiganya berdebat saat menentukan barang dagangan yang hendak dibeli. Namun hanya sebatas itu. Perdebatan tidak pernah berlanjut pada konflik. Termasuk untuk urusan keuangan dalam bisnis, mereka selalu transparan.

“Apalagi untuk urusan uang, jauh-jauhlah dari ribut-ribut,” kata Yuka lagi.

Masih kata Yuka, ayah mereka, almarhum Kamaluddin Nasution, sangat tegas dan disiplin. Ia ingin anak-anaknya memiliki skill. Sehingga mereka diarahkan ke sekolah kejuruan.

“Mendiang ayah ingin kami mandiri dan punya usaha sendiri. Padahal dia sendiri PNS di kantor Bappeda Siantar. Tapi entah kenapa, ia lebih memilih kami berbisnis,” terang Yola.

Yuka, sejak SMP sudah terbiasa membantu ibunya menjahit di rumah. Sehingga ketika ia belajar di SMKK, sudah memiliki kemahiran. Bahkan, salah seorang gurunya yang menerima orderan jahitan, sering meminta Yuka membantunya.

Lulus dari SMKK, Yuka sudah menerima orderan. Saat itulah, Yola disusul Tapy ikut membantu Yuka. Dari awalnya membantu, akhirnya ketiganya sama-sama menjalankan bisnis tersebut, hingga kemudian beralih ke butik.

“Bisa dibilang, kami sama-sama terus dan tidak terpisahkan. Saat Kak Yuka menikah, kami menangis. Padahal dia tetap di Siantar, hanya pindah rumah,” tandas Yolanda.

Usia ketiganya, terutama Yuka dan Yola terpaut cukup jauh. Namun sepintas, mereka terlihat sebaya.

“Ya, Kak Yuka kan selalu dekat dengan kami yang muda. Jadi dia ikut tampak muda,” canda Tapy.

Kedekatan ketiganya sudah diketahui para pelanggan. Jika ada pelanggan datang dan hanya dua di antara mereka yang ada di toko, pasti ditanya mana yang seorang lagi.

“Mudah-mudahan kami bisa terus kompak, sehingga bisnis ini bisa terus berjalan dan berkembang,” harap ketiganya yang sering mengenakan pakaian seragam, termasuk saat Hari Raya Idul Fitri.

Untuk barang di toko, menurut Yola, ibu dua anak ini, mereka membelinya dari supplier yang ada di Jakarta. Awalnya, mereka langsung ke Jakarta, tapi kini tinggal pesan.

“Kita jamin, dengan harga relatif terjangkau semua kalangan, barang yang kita jual berkualitas. Terbukti, banyak pelanggan yang puas dan datang lagi untuk berbelanja. Kami memang mengutamakan kepuasan pelanggan. Jangan hanya karena supaya baju kali terjual, lantas kami bilang saja si pembeli cocok mengenakan baju itu. Padahal sebenarnya kurang cocok. Kalau memang kita lihat kurang bagus, ya kita sampaikan. Lalu sama-sama kita carikan hingga benar-benar cocok dan bagus,” papar Yola, seraya menambahkan mereka selalu berusaha mengikuti perkembangan mode fashion, dan tidak belanja langsung banyak agar setiap minggu bisa masuk barang baru. (awa/fe)

 

 



Pascasarjana

Unefa
Back to top button