Berita

349 Warga Simalungun Positif DBD

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Data Januari sampai Juli tahun 2019, sebanyak 349 warga Kabupaten Simalungun positif terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kabid P2P, Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Dr Rudi Pangaribuan melalui Kasi Pemberantasan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit menular (P2PM) Giimrood Sinaga Rabu (28/8/2019) mengatakan, pihaknya masih baru menerima data laporan dari Puskesmas sampai Juli.

“Agustus belum ada sama kita. Dibulan Juli ada 43 kasus, Juni 45 Kasus, Mei 38, April 38, Maret 74, Februari 48, dan Januari sebanyak 43, jadi total sebanyak 349 kasus,” ujarnya.

Lanjut Giimrood Sinaga, dari 349 kasus BDD itu diantaranya dua anak-anak warga Saribudolok meninggal dunia pada bulan April lalu, sehingga Dinas Kesehatan beserta Camat dan Koramil turun langsung melakukan fogging ke sekitar rumah duka.

“Ada 2 orang anak-anak meninggal dunia dari Saribudolok, kasus DBD itu banyak ditemukan di Saribudolok karena banyak petani jeruk membuat bak penampung air didaerah ladang jeruk sehingga nyamuk aedes agyptic cepat berkembang biak,” sebutnya.

Atas kasus tersebut, Giimrood Sinaga mengatakan bahwa Dinas Kesehatan Simalungun telah mengadakan survei jentik, PSN, menabur obat Larpasida ketempat penampungan air, jika ada pertambahan kasus dimungkinkan Fogging untuk membunuh jentik.

“Selain fogging, ada juga obat pembasmi jentik yaitu Larpasida berupa butir tepung ditaburkan ke tempat penampungan air seperti bak mandi (air tidak bisa diminum), kaleng-kaleng, sampah plastik, ban bekas dan pot bunga,” tuturnya.

Masih Giimrood Sinaga menjelaskan bahwa ciri-ciri nyamuk aedes agyptic ini berbelang warna putih-hitam, hidup di tempat penampungan air bersih, jentik nyamuk berkembang biak mulai 7 sampai 14 hari dan jarak terbang tidak lewat 200 meter.

“Nyamuk aedes agyptic ini hidup di bak penampungan air bersih, biasanya menggigit manusia pagi hari sampai jam 10.00 WIB, yang menggigit hanya betina untuk mematangkan sel telurnya supaya berkembang biak dibutuhkanlah darah,” ucapnya.

Giimrood Sinaga menghimbau supaya masyarakat pro aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan harus mengosongkan atau menguras bak mandi sekali seminggu.

“Himbauan kita kepada masyarakat pro aktif melakukan membersihan barang-barang yang berpotensi menyimpan air seperti kaleng-kaleng, ban bekas, pot, plastik dan aqua gelas disekitar pekarangan rumah sekali seminggu, juga harus menguras bak mandi sekali seminggu ini yang paling penting,” himbaunya. (Mag05)

iklan usi



Back to top button