Berita

300 Murid Taekwondo Ikuti Pertandingan

SIANTAR, FaseBerita.ID – Rahmad Taekwondo Akademik (RAT) menggelar pertandingan antar pelajar selama tiga hari yang dimulai Jumat (8/3) di Aula Nommensen, Jalan Sangnawaluh Pematangsiantar.

Pertandingan ini melibatkan 300 murid Taekwondo yang berasal dari sejumlah Dojang Taekwondo di Kota Pematansiantar, Simalungun dan Asahan.
Ketua Panitia acara Hendra Barus mengatakan, pertandingan antar palajar ini baru perdana dilaksanakan oleh RAT di Kota Pematangsiantar.

Tujuannya adalah supaya murid Taekwondo tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah seperti di Medan untuk mengikuti pertandingan.

“Kalau ke luar daerah tentu membutuhkan biaya yang cukup besar dan akan memberatkan bagi orangtua. Nah, kalau di Siantar tentu biaya semakin murah,” katanya.

Hendra menyebutkan, dalam pertandingan ini akan memperebutkan piala, sertifikat dan total hadiah Rp15 juta. Kemudian, panitia juga menyediakan medali emas, perak dan perunggu bagi yang juara. Dalam pertandingan ini dibagi dalam tiga kelas, yakni kelas Cadet, Pra Cadet dan Kelas Prestasi yang dinilai oleh 12 wasit baik wasit kelas nasional dan provinsi.

“Dalam pertandingan ini tentu dilengkapi dengan pelindung. Seperti pelindung gigi, kepala, perut, selangkangan termasuk siku kaki dan tangan. Kalaupun ada yang sakit, kita sudah mempersiapkan petugas medis dari PMI,” ujar Hendra.

Dikatakan Hendra, mempelajari bela diri Taekwondo bukan hanya untuk mematangkan mental, kemampuan beladiri serta meningkatkan dispilin, tapi juga berguna dalam menempuh jalur pendidikan hingga karir dalam pekerjaan.
“Banyak atlet bela diri yang telah sukses. Bahkan pemerintah akan mempermudah atlet untuk masuk CPNS bagi atlet yang berprestasi,” terangnya.

Namun, Hendra menyayangkan fasilitas olah raga di Kota Siantar sangat minim. Bahkan Gedung Olah Raga di Kota Siantar juga tidak ada. Alhasil atlet di Kota Siantar tidak memiliki tempat atau wadah untuk mengembangkan bakatnya.

“Seandainya ada GOR yang memadai, tentu tidak perlu lagi menyewa tempat untuk menggelar pertandingan. Tapi inilah kondisinya, perhatian Pemko Siantar di bidang olahraga di Kota Siantar sangat minim,” kata Hendra.

Hendra berharap, perguruan bela diri lainnya agar tetap semangat untuk menggelar pertandingan-pertandingan dalam mengembangkan bakat-bakat atlet di Kota Siantar. (pra)

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=ZAOFHwD9bJk]


Pascasarjana

Unefa
Back to top button