Berita

3 Hari Hilang, Yasona Ditemukan Tewas

TAPTENG, FaseBerita.ID – Setelah menghilang selama tiga hari, Yasona Telaumbanua (30) ditemukan, Rabu (23/10/2019) sekira pukul 11.30 WIB, namun dalam kondisi tidak bernyawa. Sebelumnya, keluarga dan warga sudah mencari-carinya.

Jasad warga Dusun II Simarsak Bosi, Desa Sibiobio, Kecamatan Sibabangun, Tapanuli Tengah (Tapteng), ini ditemukan di dalam jurang dengan kedalaman sekitar 25 meter, dengan posisi telentang di atas bebatuan di pinggiran Sungai Sibiobio.

Informasi dihimpun, jasad petani karet ini kali pertama ditemukan oleh Yardin Telaumbanua (25) bersama empat keluarga lainnya yang memang melakukan pencarian di sepanjang perbukitan Simarsak Bosi. Di samping jasad korban yang telah membusuk, ditemukan beras, mie instan, sepatu karet putih, obat masuk angin, dan satu saset minuman energi.

“Sudah tiga hari menghilang,” ujar Kepala Desa Sibiobio, Daminaus Zendrato saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (24/10/2019).

Disebutkannya, korban terakhir kali terlihat Minggu (20/10/2019), saat berada di warung milik Marinus Laoli di Dusun 4 Desa Sibiobio. Yasona yang saat itu baru selesai menimbang getah, berbaur bersama warga sembari menikmati minuman tuak suling. Sekira pukul 22.00 WIB, korban pamit kepada warga yang berada di warung untuk pulang ke rumahnya di Dusun 2 Simarsak Bosi, yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari warung tempatnya minum.

“Sebelumnya Minggu pagi sekira pukul 08.00 WIB, korban pamit kepada istrinya hendak menimbang getah ke Dusun 2 Sibiobio. Usai menimbang getah, korban bersama warga lain minum di warung dekat penimbangan getah. Warga sempat meminta agar korban pulang keesokan harinya saja. Namun korban bersikeras pulang malam itu juga,” kata Damianus.

Masih kata Damianus, saat pulang dengan kondisi gelap, korban mengambil jalan pintas yang kondisinya sangat ekstrim, terjal dan berbukit serta hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki. Jalan ini sudah lama tidak digunakan warga untuk akses menuju ibukota desa.

“Kemungkinan korban terpeleset hingga jatuh ke jurang. Apalagi saat itu cuaca gelap dan korban membawa beberapa kebutuhan pokok sehari-hari,” timpalnya, sembari menyebutkan korban sempat mengikuti acara kebaktian Minggu di salah satu gereja di Dusun 4 Sibiobio.

“Berhubung kondisi mayat sudah membusuk, kita langsung menguburkannya malam itu juga. Korban meninggalkan seorang istri dan empat anak,” sambung Damianus.

Penemuan mayat pria empat anak ini dibenarkan Kapolsek Sibabangun Iptu Horas Gurning. Melalui Kasubbag Humas Polres Tapteng Iptu Rensa Sipahutar dikatakan, personel kepolisian langsung ke TKP usai menerima laporan dari Kepala Desa Sibiobio. Petugas medis dari Puskesmas Sibabangun juga ikut melakukan visum.

“Kapolsek Sibabangun bersama lima personil telah melakukan olah TKP. Dokter juga telah melakukan pemeriksaan terhadap mayat tersebut,” sebut Rensa.

Terpisah, salah seorang petugas medis dari Puskesmas Sibabangun yang ikut melakukan pemeriksaan memastikan, di jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Jikapun ada terlihat memar di tubuh korban, itu disebabkan benturan yang diduga terjadi saat terjatuh.

“Akibat benturan itu. Mayat juga sudah tiga hari berada di alam bebas, makanya ada siklus proses pembusukan,” urainya. (ztm)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button