Berita

28 Tahun Hidup di Pasungan: Berawal Gagal Menikah, Alami Gangguan Jiwa

TAPTENG, FaseBerita.ID – Ali Akman (58) warga Kelurahan Sorkam Kanan, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), sudah 28 tahun hidup dalam pasungan. Keluarga khawatir Ali bisa mengancam keselamatan warga lain akibat gangguan kejiwaan yang dialaminya sejak tahun 1991 lalu.

Kehidupan Ali Akman awalnya normal seperti pria umumnya. Ia tumbuh sebagai pemuda biasa yang memiliki kekasih. Namun apa daya, angan-angan menikah dengan sang pujaan hati kandas. Ia gagal menikah pada tahun 1990. Menurut keterangan warga, sejak saat itu Ali Akman mengalami stres hingga berujung pada gangguan kejiwaan.

Menurut Mawarni Pasaribu yang merupakan adek kandung Ali Akman, abangnya tersebut mengalami gangguan jiwa karena gagal menikah dengan gadis pujaannya pada tahun 1990. Tidak berselang lama dari peristiwa itu, tingkah Ali mulai aneh dan sering berteriak dengan tutur kata yang tidak jelas. Sejak saat itu pula Ali kerap mengganggu orang di sekitarnya. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, keluarga pun memutuskan Ali dipasung.

“Dia dipasung sejak tahun 1991 karena sering mengganggu orang, termasuk kami selaku keluarganya sendiri. Dia sudah tidak bisa mengenali kami sanak keluarganya,” kata Mawarni kepada wartawan, Kamis (22/8/2019) lalu.

Mawarni menuturkan, keluarganya bukan tidak menaruh perhatian atas kondisi yang dialami Ali. Pada tahun 1993, mereka telah membawa Ali untuk berobat ke Kota Medan.

Bahkan, dia melanjutkan, sewaktu menjalani perobatan di Medan, orangtuanya telah menjual dua bidang sawah untuk biaya pengobatan Ali. Namun, proses pengobatan terhadap abangnya itu tidak tuntas dikarenakan terbentur keterbatasan biaya.

Karena terbentur dengan keterbatasan ekonomi, keluarganya pun memutuskan untuk membawa Ali pulang ke rumah dan selanjutnya dipasung lagi di sebuah ruangan berukuran 2×2 meter.

“Orang tua saya sampai menjual dua bidang sawah untuk biaya perobatannya di Medan. Namun karena tidak sembuh, abang saya itu dibawa kembali pulang ke rumah dan tetap dipasung,” sebutnya.

Dijelaskannya juga, akibat kelamaan dipasung, Ali sangat menderita, kakinya sering mengalami luka dan infeksi, sehingga harus dilepas dari pasung agar bisa diobati. Hal itupun kerap dilakukan keluarga, manakala luka di kaki Ali sembuh, ia kembali dipasung agar tidak mengganggu orang lain.

“Kalau kakinya luka, kita lepas dari pasung. Namun setelah sembuh kita pasung lagi, begitu seterusnya dan sudah berlangsung selama 28 tahun,” jelasnya.

Sementara Lurah Sorkam Kanan Sahrida Pasaribu saat dimintai tanggapannya terkait warganya yang dipasung selama 28 tahun akibat sakit gangguan jiwa tersebut mengatakan, pihaknya akan segera membuat laporan ke Dinas Sosial Tapteng terkait warganya yang memgalami gangguan jiwa itu, sehingga diharapkan Dinas Sosial bisa memfasilitasi pengobatan Ali Akman.

“Kita akan buat laporan secepatnya kepada Dinas Sosial agar pengobatan Ali Akman difasilitasi,” kata Sahrida. (dh)

iklan usi



Back to top button