Berita

Tiga Kades dan 7 Wanita Terjaring Razia harus Diberi Sanksi

MADINA, FaseBerita.ID – Pasca penangkapan tiga oknum Kepala Desa (Kades) bersama tujuh wanita dalam razia pekat dari salahsatu kafe yang beroperasi di Madina, membuat Kabid Dakwah FPI Madina Rahmat Lubis angkat bicara.

Rahmat Lubis menyayangkan hal itu bisa terjadi. Apalagi yang terjaring di dalamnya merupakan aparatur perangkat desa, yang seyogianya menjadi panutan bagi banyak orang.

Mirisnya, kata Rahmat, mereka yang diamankan tersebut dilepas begitu saja tanpa memberikan sanksi khususnya kepada oknum kades tersebut.

“Iya, begitu sajalah kita ini (Madina, red). Pelaku yang terjaring razia pasti dilepas begitu saja. Tak ada sanksinya. Begitu terus. Makanya pelaku maksiat terus akan berkeliaran,” tegas Rahmat Lubis, Jumat (13/9/2019).

Rahmat meminta Satpol PP harusnya memberikan pembinaan dan menahan para pelaku. Supaya ke depan, perbuatan yang seperti itu tidak terulang kembali.

Menyikapi hal itu, Kasatpol PP Madina Lismulyadi mengatakan kalau tugas mereka hanya melakukan penangkapan. Selanjutnya meminta keterangan dan membuat Berita Awal Pemeriksaan (BAP).

“Tugas kita hanya minta keterangan dan buat BAP para pelaku. Makanya kita lepas,” katanya, Kamis (12/9/2019) saat ditemui di ruang kerjanya.

Terpisah, Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Madina Nis’ad Siddiq Nasution, mengatakan seharusnya operasi razia pekat malam yang dipimpin Wakil Bupati itu bukan cuma menangkap kades dan wanita-wanitanya saja.

“Kenapa cuma pegunjungnya yang diamankan dalam penggerebekan itu? Kenapa pemilik room karaokean itu tidak ditangkap? Kan alasannya melanggar aturan Perda dan Perbup daerah. Kok tempatnya nggak diberi sanksi atau disegel?” kata Nis’ad Siddiq Nasution dengan segudang pertanyaan terkait razia pekat malam yang mengamankan tiga oknum kades berikut tujuh wanita dari salahsatu kafe di daerah itu, Jumat (13/9/2019) melalui telepon selulernya.

Baca juga: 3 Kades dan 7 Wanita Terjaring di Kafe

Apalagi, sambungnya, dalam razia pekat malam itu turun langsung Wakil Bupati M Jafar Sukhairi Nasution.

“Itu razia pekat malam karena aktivitas hiburan malam yang melanggar perda dan perbup kan? Tapi kenapa tempat kafe room karokean itu tidak diamankan? Seharusnya kalau razia itu tentang pelanggaran aktivitas hiburan malam, selain pelaku juga tempat kafe harus diberikan sanksi baik berupa penyegelan,” ujar Nis’ad Siddiq Nasution yang juga Anggota DPRD Madina itu.

Diketahui sebelumnya, operasi razia pekat malam yang digelar Satpol PP dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Madina M Jafar Sukhari Nasution, menangkap tujuh wanita dan tiga kepala desa di room karokean AL yang berada di Lintas Timur Panyabungan.

Ironisnya, ketiga kepala desa dan ketujuh wanita yang terjaring tersebut dibiarkan lepas begitu saja oleh pihak Satpol PP Madina. (Mag-01)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close