Berita

Dikemas ‘Kekinian’, BPIP akan Kembalikan Pendidikan Pancasila

TAPUT, FaseBerita.ID – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengaku sedang menyusun bahan ajar pendidikan formal tentang Pancasila, lewat silabus yang sengaja dikemas lebih kekinian.

“Mata pelajaran moral Pancasila harus segera dikembalikan dengan silabus kekinian tanpa menghilangkan substansinya,” kata Direktur Hubungan Antara Lembaga dan Kerjasama BPIP Elfrida Herawati Siregar dalam diskusi di Kantor Pusat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Tarutung beberapa waktu lalu.

Alasan merancang silabus berkonsep kekinian, lantaran BPIP sadar di zaman sekarang banyak anak-anak yang duduk di bangku sekolah begitu mengidolakan budaya luar, tapi di sisi lain lupa soal kearifan lokal.

Lainnya, karena BPIP sadar betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sedari dini.

“Anak-anak zaman sekarang sangat mengidolakan budaya luar. Mereka lupa kearifan lokal, seperti bumi nusantara dan Pancasila yang merupakan kearifan lokal,” ucap dia.

Dalam upaya merealisasikannya, Elfrida mengatakan saat ini BPIP intensif menjalin koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), serta Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terkait penyusunan bahan ajar.

BPIP tengah memantapkan susunan bahan ajar. Prosesnya, diakui Elfrida butuh waktu yang tidak sebentar dan proses tak mudah.

Salah satu alasan mengapa memakan waktu lama, lantaran BPIP harus lebih dulu mempertimbangkan bagaimana metode pengajaran yang sesuai. “Ini memang membutuhkan waktu karena tidak mudah menambah mata pelajaran baru. Tidak bisa seketika karena kita ingin metode yang tepat,” ujar Elfrida.

“Kami (ingin) pendekatannya tidak kaku, kami menggunakan pendekatan seni, budaya, ekonomi. Jadi nanti sifatnya penghayatan dan pengamalan Pancasila,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Lia Kian mengakui pihaknya memang sudah memulai tahapan pembuatan bahan ajar pendidikan Pancasila ini.

Ia berharap, segala prosesnya dapat rampung sesegera mungkin untuk kemudian diterapkan pada sekolah-sekolah formal maupun perguruan tinggi. “Semoga nanti bisa cepat terlaksana,” tutur Lia Kian. (int)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close