Berita

Truk Pengangkut Ikan Dirazia Masuk Sibolga

TAPTENG, FaseBerita.ID – Pihak Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Wilayah Sibolga-Tapanuli Tengah, membenarkan adanya razia pemeriksaan dokumen kelengkapan truk pengangkut ikan yang masuk ke area Sibolga.

Menurut keterangan petugas Karantina Wilayah Sibolga-Tapteng saat dikonformasi awak media di kantornya Jalan Sidempuan, Rabu (11/8/2019), mengatakan jika pihak Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan hanya melakukan pemeriksaan kelengkapan administrasi karantina dari daerah asal sebagai uji kelayakan ikan yang diangkut.

“Razia dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tapanuli Tengah mulai tanggal 2-10 September 2019. Pada hari pertama kami ikut dengan mengirim personil sesuai permintaan dari Dinas Kelautan, selanjutnya kami nggak ikut,” kata Fandi, salah satu petugas Karantina.

Dijelaskannya, pihak Karantina hanya ikut razia untuk memastikan kelengkapan administrasi dokumen karantina. Namun terkait isu yang beredar dengan adanya soal penghadangan untuk tidak melintasi jalur darat, petugas Karantina Sibolga-Tapteng ini mengaku tidak mengetahui dan di luar kewenangan mereka.

“Soal bisa atau tidaknya lewat dari darat itu bukan kewenangan kami. Yang pasti, bila dokumentasinya lengkap tidak jadi masalah. Karena kami dari karantina hanya meminta dokumen, kalau belum lengkap kami suruh urus, karena sangat perlu untuk memastikan ikan layak konsumsi (higienis),” ujarnya.

Fandi menerangkan, sejak dimulainya razia pemerikasaan, mobil yang mereka periksa maupun laporan yang mereka terima semua lengkap dan belum ada menerima laporan dari DKP Sibolga maupun DKP Tapteng terkait mobil pengangkut ikan yang tidak melengkapi dokumen karantina.

“Sejauh ini semua yang sampai kepada kita itu dokumennya lengkap. Kalau yang tidak lengkap belum ada kita terima,” ungkapnya

Menyeruak kabar, penghadangan ratusan truk pengangkut ikan asal Aceh oleh sejumlah orang di Kecamatan Andam Dewi, Kecamatan Sorkam dan Kecamatan Kolang, Sabtu (7/9/2019), erat kaitannya dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan Serikat Tolong Menolong (STM) Nelayan Bersatu Sibolga-Tapanuli Tengah ke Kantor DPRD Kita Sibolga, Kamis (5/9/2019).

Saat itu, pengunjuk rasa meminta pemberhentian masuknya ikan dari Aceh, Tanjung Balai, Belawan, Padang dan Batu Bara, ke kota Sibolga melalui jalur darat. Mereka mendesak agar pengangkatan ikan jenis Cakalang untuk keperluan industri tersebut dilakukan melalui jalur laut. Menurut pengunjuk rasa, masuknya ikan ke Kota Sibolga dan Tapteng melalui jalur darat akan menyengsarakan nelayan dan masyarakat lokal lainnya yang menggantungkan hidupnya dari hasil laut.

STM Nelayan Bersatu Sibolga-Tapteng berasumsi, jika ikan-ikan tersebut masuk lewat jalur laut, kapal-kapal dari luar Sibolga-Tapteng akan sandar dan bongkar muat di Pelabuhan Perikanan Pondok Batu, Tapteng. Denyut nadi perekomian masyarakat akan bergerak. Ikan yang di bongkar di tangkahan akan menguntungkan para tukang bongkar, tukang pilih, tukang timbang, abang becak, dan lain sebagainya. Awak kapal paling tidak akan menginap dua malam di Sibolga menunggu jadwal keberangkatan kapal. Hal ini akan menguntungkan pengusaha rumah makan dan berbagai usaha lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Tapanuli Tengah, Jonnedi Marbun, saat dihubungi melaui telepon seluler belum berhasil dikonfirmasi. Disebut-sebut, Mantan Camat Kolang ini sedang berada di luar kota. (ztm/int)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close