Berita

Tanaman Kelapa Sawit di Bibir Sungai, Diduga Langgar Batas Pemanfaatan Lahan

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Keperdulian pemilik Hak Guna Usaha (HGU) terhadap terjaganya lingkungan yang baik hingga terjaganya ekosistem disekitar kegiatan usaha sebagaimana yang diatur di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, tampaknya masih perlu dipertanyakan.

Seperti yang ada di Afdeling II Unit Kebun Laras PT Perkebunan Nusantara IV (Persero), tepatnya di Nagori Laras, Kecamatan Bandar Huluan. Tampak dengan suburnya batang pohon kelapa sawit persis di pinggir sebuah sungai Irigasi yang berada di depan Komplek Perkantoran Unit Kebun Laras PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) itu.

Amatan, jarak antara bibir sungai tersebut hanya beberapa meter saja dari pinggi sungai. Hal tersebut diduga tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 28 Tahun 2015 tentang Penerapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau.

Anehnya, meskipun sudah aturan dari Kementrian tersebut, Perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu diduga seakan tutup mata, buktinya pohon-pohon kelapa sawit yang ada saat ini sudah berusia lebih dari 5 tahunan dengan rimbunnya berdiri di sepadan sungai irigasi itu.

Padahal, selain juga di atur didalam UU No 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dan PP No 38 tahun 2011 tentang Sungai, dan PP No 37 tahun 2012 tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, maka seharusnya pihak perusahaan wajib mengikuti aturan tersebut sebagaimana yang diatur didalam Undang-undang Nomor 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal Pasal 16 menyebutkan, setiap penanam modal bertanggung jawab mematuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan.

Namun sayang, saat dikonfirmasi kru media ini kepada Manager Unit Kebun Laras PT Perkebunan Nusantara IV, Suherry hanya menuliskan, “tks infonya, sudah kita buat NKTnya,” tulisnya dalam pesan aplikasi WA kepada kru koran ini. Lebih lanjut ketika dipertanyakan apa itu NKT, kembali dijawabnya, “HCV,” tulisnya kembali, Kamis (12/9) sekira pukul 15.23 WIB.

Sementara itu saat ditemui kru koran ini, Aska Kebun Laras Eka Triwijaya Ginting di halaman kantor Afdeling II mengatakan bahwa sungai yang dimaksud adalah saluran irigasi namun dia belum mengetahui secara pasti apakah milik provinsi ataupun kabupaten. (adi)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close