Berita

Bupati Humbahas Lantik 633 Anggota BPD

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor SE melantik sekaligus mengambil sumpah/janji anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terpilih periode 2019-2025 di depan Perkantoran Bupati Humbahas Bukit Inspirasi Dolok Sanggul, Kamis (12/9/2019).

Dalam acara tersebut, anggota BPD dari Desa Sionom Hudon Selatan, Kecamatan Parlilitan tidak ikut dilantik. Usai pengambilan sumpah/janji, Bupati Humbahas langsung memimpin hening cipta atas wafatnya Presiden Ke-3 RI Prof BJ Habibie. Sebagai tanda penghormatan kepada putra terbaik bangsa Indonesia, yang wafat tanggal 11 September 2019. Selain itu, bendera terlihat berkibar setengah tiang.

Kadis PMDP2A Drs Elson Sihotang menjelaskan jumlah anggota BPD yang diambil sumpah/janji sebanyak 633 orang yang tersebar di 9 kecamatan yaitu Pollung, Parlilitan, Paranginan, Lintongnihuta, Doloksanggul, Sijamapolang, Onanganjang, Pakkat dan Tarabintang.

Namun, dari 633 anggota BPD yang dilantik tersebut belum termasuk anggota BPD dari Desa Sionom Hudon Selatan.

Elson menjelaskan, pelantikan BPD Desa Sionom Hudon (Sion) Selatan terpaksa ditunda karena berkasnya belum lengkap.

Dalam arahannya, Dosmar mengatakan bahwa saat ini dalam kehidupan demokrasi yang lebih luas, nyata dan bertanggungjawab, segenap unsur lapisan masyarakat kini memiliki akses yang lebih besar untuk turut serta dalam kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan. Di mana, saluran atau wadah bagi masyarakat di dalam menyalurkan aspirasinya menyelenggarakan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di desa adalah BPD.

BPD lembaga yang melaksanakan fungsi penyelenggaraan pemerintahan desa yang merupakan wakil dari penduduk desa. Wujud nyata nilai-nilai demokrasi dalam pengisian BPD adalah dimana calon anggota BPD dipilih secara langsung atau musyawarah perwakilan berdasarkan keterwakilan wilayah dan keterwakilan perempuan.

Bupati menegaskan, BPD bukan mata-mata. Bukan memata-matai kinerja Kepala Desa, tapi mitra kerja pemerintahan desa yang berfungsi ikut membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama Kepada Desa. Menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa serta melakukan pengawasan kinirja Kepada Desa. BPD harus bisa sebagai contoh yang baik di desa.

Masyarakat Humbahas mayoritas hidup dari sektor pertanian, BPD harus ikut berperan mengajak warga agar rajin bertani.

“Tidak jamannya lagi warga Humbahas duduk-duduk di lapo (kedai). Berikan masukan yang terukur dan jelas kepada masyarakat, tatanan pertanian harus dirubah dan mari kita benahi pertanian,” kata Dosmar.

“Kalau masih ada masyarakat yang belum bergabung dalam kelompok tani, BPD harus ikut berperan aktif dan mengajaknya. Tugas BPD banyak, bukan hanya mengelola pertanian tapi ikut berperan di dalam adat-istiadat karena masyarakat Humbahas diikat persaudaraan dalihan na tolu.  BPD bisa memberikan masukan kepada lembaga adat mengenai adat-istiadat. Termasuk memotivasi pendidikan di desa masing-masing,” imbuhnya.

Dosmar juga berharap,  agar BPD peka dan tanggap terhadap aspirasi yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat desa. Selalu giat dalam meneliti dan menggali semua potensi yang dapat dikembangkan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Lebih lanjut, katanya, BPD agar bekerja dengan sungguh-sungguh serta penuh tanggungjawab dengan berpedoman pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“BPD dan kepada desa merupakan mitra. Maka harus dapat membangun komunikasi demi kemajuan pelaksanaan pembangunan, pemberdayaan serta pembinaan kemasyarakatan di desa,” pungkasnya. (sht/osi)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close