Berita

BMKG: Di Wilayah Sumut Ada 20 Titik Panas

FaseBerita.ID – Fenomena kabut asap ini juga sudah mulai menyelimuti langit Kota Padangsidimpuan, Kamis (12/9/2019). Kondisi udara ini sinyalir merupakan akibat pengaruh kebakaran lahan yang terjadi di berbagai daerah sekitar Kota Padangsidimpuan.

Diketahui, Selasa (10/9/2019) lalu, kebakaran lahan juga terjadi di Perbukitan Husor Halihi, Kelurahan Stamiang, Kecamatan Psp Selatan, Kota Psp. Luas lahan yang terbakar mencapai lima hektare.

Api berasal dari warga yang ingin membersihkan lahan mereka. Kebakaran lahan berlangsung dari pukul 15.00 WIB sampai pukul 19.45 WIB. Pemadaman api menurunkan Damkar Kota Psp dibantu masyarakat sekitar dan Babinsa Koramil 01/Kota.

Kamis (12/9/2019), menurut data Bidang Meteorologi BMKG Wilayah I Medan Budi Prasetyo, di Sumatera Utara ada sebanyak 20 titik panas (hotspot) yang tingkat kepercayaannya di atas 50 persen. Artinya, kebakaran lahan sedang berlangsung di 20 titik yang dimaksud.

Ia pun merinci, ada satu titik di Madina, enam titik di Tapanuli Utara (Taput), dua titik di Tapanuli Tengah (Tapteng), lima titik di Labuhan Batu Utara (Labura), tiga titik di Asahan dan masing-masing satu titik di Serdang Bedagai, Karo dan Deli Serdang.

“Di Taput ada di Pangaribuan, Pahae Jae dan Garoga. Di Tapteng ada di Sorkam dan Barus. Jadi dari ini, kabut yang terjadi di Kota Padangsidimpuan kemungkinannya dipengaruhi dari Madina, Labura, Tapteng dan Taput,” terangnya saat dihubungi melalui sambungan telepon selular.

Namun untuk Sumut, ada banyak titik di kawasan Provinsi Riau, atau yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara. Diketahui, secara geografis Kota Padangsidimpian khususnya atau umumnya Tapanuli Bagian Selatan berbatasan langsung dengan Provinsi Riau dan Sumatera Barat. (tan/san)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close