Berita

3 Kades dan 7 Wanita Terjaring di Kafe

MADINA, FaseBerita.ID – Jajaran Satpol PP bersama Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) melakukan Razia Pekat Malam di sekitaran Kecamatan Panyabungan Kota, Selasa (10/9/2019). Dalam razia itu, tiga kepala desa (kades) dari Kecamatan Batang Natal dan tujuh wanita turut diamankan.

Ketujuh wanita tersebut diduga sebagai pemandu lagu di room karaoke Kafe A di Madina. Ketiga Kades tersebut berinisial NN, SN, dan FN. Ketiganya tertangkap saat berada di room karaoke bersama tiga wanita.

Sementara ketujuh wanita tersebut di antaranya berinisial MY, PD, AD, dan AN. Sedangkan tiga lagi belum diketahui identitasnya.

Informasi dihimpun, penangkapan berawal dari informasi yang diterima Satpol PP bahwa ada Kades menuju Panyabungan yang menyebut hendak bersenang-senang dengan wanita yang diduga bekerja sebagai pemandu karaoke.

Pihak Satpol PP terus melakukan pengintaian. Ternyata informasi tersebut benar. Petugas melakukan penggerebekan di kafe tersebut. Petugas kemudian mengamankan tujuh wanita dan menuntun mereka ke mobil tahanan Satpol PP.

Kasatpol PP Madina Drs Lis Mulyadi membenarkan kejadian itu. Ia menyampaikan, penangkapan ini guna proses pengembangan informasi yang diterima pihaknya.

“Penangkapan ini hasil pengembangan informasi,” kata Lis Mulyado saat dikonfirmasi, Kamis (12/9) di ruang kerjanya.

Dia menjelaskan, ketiga kades ini tertangkap saat sedang bersama tiga wanita di room karaoke di kafe tersebut. Ketiga kades ini sudah melanggar Perda tentang kegiatan aktivitas hiburan di malam hari. Menurutnya, aktivitas seperti itu tidak boleh lewat dari pukul 00.00 WIB.

“Makanya kades-kades ini kita tangkap berikut wanita-wanitanya, karena aturannya sudah seperti itu,” ujarnya.

Sementara, keempat wanita yang lainnya saat penggerebekan juga sedang berada di room karaoke di kafe itu juga.

“Yang kita amankan, oknum kepala desa ada tiga orang. Untuk wanitanya ada tujuh orang. Tiga wanita berada dalam satu room dengan ketiga kepala desa. Sedangkan empat orang wanita lainnya berada di room yang lainnya,” jelasnya.

Dijelaskan, dalam penggerebekan itu sempat terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan ketiga oknum kades. Karena saat hendak ditangkap, oknum kades masih mencoba melarikan diri.

“Saat sudah kita gerebek room karaoke itu, mereka (kepala desa, red) kita tangkap di situ. Tapi pas kita mau masukkan ke mobil, mereka mau lari. Tapi berhasil kita tangkap kembali,” ucapnya.

Kasat pun mengakui saat proses kejar-kejaran itu, Wabup M Jafar Sukhairi Nasution yang juga ikut langsung ke lokasi penggerebekan memberikan tembakan peringatan untuk menghentikan pelarian para oknum kades.

“Saya dengar tembakan itu dua kali. Saya nggak lihat karena saya mengejar satu oknum kepala desa yang lari ke sawah di depan kafe. Tapi kalau tembakan itu, saya dengar,” ujarnya.

Wakil Bupati Turun Langsung

Wakil Bupati (Wabup) Madina M Jafar Sukhairi Nasution ikut terlibat langsung melakukan penggerebekan razia pekat malam di kafe A. Wabup mengatakan, perbuatan yang dilakukan kepala desa ini sudah melanggar peraturan daerah.

Wabup juga menyebutkan, perbuatan oknum kepala desa ini sudah merusak semboyan Kabupaten Madina yang Madani Negeri Taat Beribadat.

“Semoga perbuatan yang seperti ini tidak terulang lagi dan harus menjadi pelajaran,” ujar Wabup.

Ia juga meminta agar semua masyarakat bersama-sama memberantas hal-hal yang berbau maksiat di Madina.

“Itu perbuatan yang tidak pantas. Masa mereka (kepala desa ini, red) menghabiskan uang dan menghamburkan uangnya untuk hal-hal seperti itu. Malu kita. Ini kan perbuatan yang tidak baik,” ujarnya, Rabu (11/9/2019) malam di rumah dinas.

Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua masyarakat. Khususnya para kepala desa agar jangan ada yang tertangkap lagi.

Wabup menegaskan pihaknya menentang keras segala perbuatan yang berbau maksiat berkembang di daerah itu.

Ketika ditanya seputar tembakan, orang nomor dua di Pemkab Madina itu membenarkan. Penembakan terjadi lantaran ada oknum kades hendak melarikan diri.

“Penembakan itu terjadi karena oknum kepala desa mencoba melarikan diri dari tangkapan kita,” ujarnya. (mag-01)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close