Berita

Wanita Hamil Ditemukan Meninggal: Sempat Disangka Korban Pembunuhan

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Warga Jalan Bersama, Kelurahan Losung Batu, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, Selasa (10/9/2019), geger. Suara ambulan dari RS Metta Medika Padangsidimpuan memecah suasana sepi di kampung itu tatkala membawa jasad Sari Bintang br Harahap (32) yang ditemukan meninggal dunia. Jenazah dibawa ke rumah orangtuanya di kampung tersebut.

Beberapa menit kemudian, mobil Satreskrim Polres Kota Padangsidimpuan menjemput jasad warga Parau Sorat, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) itu, untuk dibawa ke RSUD Padangsidimpuan.

Hal itu untuk pemeriksaan jasad korban, karena petugas menemukan kejanggalan di tubuh wanita yang sudah memiliki tiga orang anak itu.

Anehnya, menurut bagian kasir di RS Metta Medika, ambulan milik mereka itu awalnya dipesan seseorang yang mengaku sebagai Hamdani Siringo-ringo, untuk menjemput jasad almarhum di kawasan Tor Simarsayang. Jasad tersebut rencananya langsung diantar ke rumah duka di Jalan Bersama, Kelurahan Losung Batu.

“Kalau pasien kami tidak ada yang meninggal hari itu. Yang masuk juga tak ada. Tapi memang ada tadi sewa ambulan antar jenazah, bukan dibawa ke sini,” ungkap seorang pegawai yang berjaga di bagian meja kasir, dan administrasi daftar pasien di rumah sakit yang berada di Jalan SM Raja Kota Psp itu.

Di kamar jenazah RSUD Psp, jasad Sari Bintang dibaringkan untuk menjalani proses pemeriksaan secara luar atau visum et repertum oleh dokter dan perawat di rumah sakit tersebut.

Dari sini diketahui, di tubuh korban terdapat dua luka lebam pada punggung belakang, luka lebam pada pinggang belakang kanan, hematon pada kepala belakang, dua luka lebam di dada atas dan kemaluan mengeluarkan cairan. Pemeriksaan tersebut awalnya dikira korban pembunuhan.

Belakangan diketahui, ternyata korban diketahui berstatus janda dalam beberapa tahun terakhir. Informasi itu diperoleh dari seorang warga berinisial N. Disebutkan juga korban sedang dalam keadaan hamil. Dokter dan perawat yang melakukan pemeriksaan luar sesekali meraba dan menekan bagian perut korban.

Saat itu mereka mengetahui ada janin yang sudah berbentuk dan usia kehamilan diperkirakan sekira tujuh bulan.
Menurut Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan AKP Abdi Abdillah, pada awalnya, korban baru bermain bersama temannya, seorang perempuan di Tor Simarsayang. Kemudian mengeluhkan sesak nafas, dan tidak lama kemudian terjatuh.

“Kemudian orangtua temannya menghubungi ambulan untuk diantarkan ke rumah duka. Mereka juga memberikan kabar pada orangtua korban,” terangnya.

Saat itu pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan motif kematian korban.

Sementara, rencananya polisi juga akan membawa jasad korban ke Rumah Sakit di Medan untuk proses otopsi guna mengungkap penyebab kematian almarhum.

Namun belakangan, Kasat Reskrim mengungkapkan, setelah melalui olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, korban meninggal karena sakit. Sebab, pagi di hari yang sama sebenarnya korban sudah mengeluhkan sakit kepada orangtuanya di Losung Batu. Bahkan, orangtuanya sempat melarang korban ke luar rumah. Tetapi korban berkeras dan pergi ke luar rumah.

“Sekira jam tiga sore. Sambil memetik toge di rumah temannya, sekalian tempat tinggalnya (Tor Simarsayang), dia terjatuh dari tempat duduknya,” terangnya.

Kemudian, keluarga teman korban sempat mengerok bagian dada dan pinggang. Sebab saat itu korban mengeluh sakit dan sesak di bagian dada. Beberapa saat kemudian tubuh almarhum dingin dan meninggal dunia. (san)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close