Berita

Tersangka Korupsi Tetap Menduduki Jabatan, Hefriansyah Jelekkan Nama Pemko Siantar

SIANTAR, FaseBerita.ID – Walikota Hefriansyah dinilai telah menjelekkan nama Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar. Penyebabnya, Hefriansyah membiarkan tersangka korupsi tetap menduduki jabatannya, yaitu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Posma Sitorus dan sekretarisnya Acai Sijabat.

Keduanya telah ditetapkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar sebagai tersangka korupsi program Smart City. Hefriansyah pun diminta segera mencopot keduanya.

Hal itu disampaikan anggota DPRD Pematangsiantar Daud Simanjuntak, Rabu (11/9/2019). Daud mengatakan, Hefriansyah sebagai walikota seharusnya mengutamakan pemerintahan yang bersih atau clean government.

“Seorang pemimpin itu harus bisa mengayomi, dan berani mengambil keputusan strategis dalam menjalankan roda pemerintahan,” ujar Daud.

Politisi Partai Golkar ini menegaskan, pejabat yang sudah ditetapkan tersangka mestinya langsung diganti. Dengan demikian pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik.

“Jangankan di pemerintahan, di perusahaan atau di partai politik saja kalau sudah tersangkut hukum, maka akan diberikan sanksi. Tapi ini kenapa terus dibiarkan?” tanyanya.

Menurut Daud, jika Hefriansyah terus membiarkan tersangka korupsi menduduki jabatannya, akan menjadi pertanyaan besar di masyarakat, yakni apakah walikota selaku kepala daerah memiliki kepentingan tertentu.

“Bagaimana mungkin seorang pemimpin memerintahkan jajarannya untuk tidak korupsi? Sementara anak buahnya yang tersangka korupsi tetap dibiarkan menjabat? Kalau terus dibiarkan, maka nama pemerintah bisa buruk,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini Posma Sitorus dan Acai Sijabat ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejari Pematangsiantar. Penetapan tersangka ini sudah hampir sebulan, namun keduanya tidak ditahan.

Sedangkan Hefriansyah selaku atasan keduanya, belum ada mengambil tindakan untuk mengganti keduanya.

Posma sendiri, yang tidak terima ditetapkan sebagai tersangka telah melayangkan gugatan praperadilan. Namun majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar menolak gugatannya. Hakim menilai, penetapan tersangka tersebut tidak menyalahi prosedur hukum.

Posma Sitorus dan Acai Sijabat menjadi tersangka korupsi karena diduga telah menyebabkan kerugian negara mencapai Rp400 juta dari kegiatan program Smart City pada tahun 2017. (pra)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close