Berita

PLN Sibolga Dinilai Kurang Cakap Berikan Sosialisasi ke Pelanggan

TAPTENG, FaseBerita.ID – Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Sibolga dinilai tidak cakap dalam memberikan pelayanan dan sosialisasi kepada pelangganya. Hal itu disampaikan salah seorang pelanggan PLN yang berada di Desa Mela I, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kepada New Tapanuli, Rabu (11/9/2019).

“Yang jelas kami merasa pelayanan pihak PLN Sibolga tidak cakap memberikan sosialisasi kepada pelanggannya. Mereka seolah-olah semena-mena saja buat keputusan tanpa ada pemberitahuan atau sosialisasi,” ujar Zul.

Dia mengisahkan, tidak cakapnya pihak PLN menurutnya dalam melakukan pelayanan yang baik terhadap pelanggannya karena pada bulan Juli lalu listrik di rumahnya di putus oleh pihak PLN tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.

“Ia memang bulan Juni kami belum bayar tagihan listrik, jadi tanggal 10 Juli mereka (Pihak PLN,red) datang langsung melakukan pemutusan, sudah kami bilang jangan diputus dulu kami bayar pun sekarang, tapi nggak digubris, jadi kami disuruh bayar tagihan dulu baru di sambung lagi, dengan catatan diganti dengan meteran prabayar,” katanya.

“Oke, d isitu kami ikuti permintaan mereka. Jadi kami langsung bayar tagihan pasca bayar hari itu juga, karena lampu di rumah sudah padam, kami bayar bulan Juni dan Juli dengan total bayar Rp216.244. Setelah kami lapor kami sudah bayar, baru petugas PLN datang dan menyambung kembali arus listik di rumah kami, ya dengan catatan meteran pasca bayar kami diganti dengan meteran prabayar,” tutur Zul.

Permasalahnnya tidak sampai disitu, lanjut Zul, setelah beberapa hari kemudian setelah penyambungan arus listrik di kediamannya, maka petugas PLN datang dan mengganti meteran listrik pascabayar kami dengan meteran listrik prabayar.

“Waktu itu masih bulan Juli juga itu diganti meteran listrik. Awalnya kami tidak ada masalah. Kami pun mulai isi pulsa token listrik ya sesuai dengan namanya bayar dulu baru pakai kan,” ucapnya.

Setelah pemakaian meteran prabayar selama 2 bulan berlangsung, masih kata Zul, maka timbul lagi masalah baru yang menurutnya itu merupakan bentuk tidak cakapnya pihak PLN Sibolga dalam memberikan pelayanan kepada pelanggannya.

“Tanggal 9 kemarin (September,red), kami mau isi pulsa token listrik, tapi nomor rekening kami dibilang diblokir, disitu saya bingung, kenapa terjadi pemblokiran?” katanya.

Tidak terima akan hal itu, ia pun mendatangi Kantor PLN Sibolga dan di sana ketemu sama Satpam dan mempertanyakan alasan pemblokiran nomor rekening tersebut.

“Dibilang karena ada pembayaran yang belum diselesaikan. Maksudnya pembayaran pemakaian listrik yang dipakai setelah meteran pascabayar disambung hingga dipasangnya meteran prabayar. Jadi terpaksalah ku bayar pemakaian yang beberapa hari itu dengan tanggal registrasi 30 Juli 2019 dengan biaya Rp139.002. Kalau melihat pembayaran itu saya kaget juga mahalnya segitu, tapi ya udalah saya bayar dan itupun harus nunggu setengah jam setelah dibayar baru blokirnya dibuka dan baru bisa diisi pulsa tokennya,” keluhnya.

Yang menjadi keluhan, lanjut Zul, yaitu sikap pihak PLN Sibolga yang tidak cakap dalam memberi pelayanan dan sosialisasi kepada pelanggan mulai pemutusan aliran listrik tanpa peringatan terlebih dahulu dan sosialisasi soal tagihan pemakaian arus listrik selama disambungnya aliran listrik meteran pascabayar hingga diganti dengan meteran prabayar.

“Sikap mereka ini yang buat gerah, sebagai pelanggan kita sangat menyayangkan sikap pihak PLN Sibolga yang tidak profesional dan cakap ini, listrik diputus sepihak, dan setelah diganti meteran prabayar, bukan disosialisasikan akan ada pembayaran yang harus dibayar sejak disambungnya listrik pascabayar hingga diganti dengan prabayar. Ini kan membuat kita selaku pelanggan merasa disulitkan, kalaudiberitahu dari awal soal ada yang harus dibayar lagi, kan sudah kita bayar, ini tidak ada pemberitahuan malah langsung diblokir, kita kewalahanlah nggak tau salah apa tiba-tiba di blokir,” ketusnya sembari berharap pihak PLN Sibolga agar tidak lalai melakukan sosialisasi kepada pelanggannya.

Sementara, Manager ULP Sibolga Kota Robert Sirait saat dikonfirmasi terkait hal itu, dijelaskan bahwa pemblokiran nomor meteran harus dilakukan agar dapat dilakukan pembayaran tagihan sebelumnya.

“Ia, memang begitu sistimnya, sistim yang mengatur itu (pemblokiran,red) bukan PLN nya tidak profesional, Orangnya yang bodoh itu,” ujar Robert.

Disinggung mengapa tidak dilakukan pemberitahuan akan hal itu kepada pelanggannya? Robert memastikan bahwa pemberitahuan telah dilakukan pihaknya kepada pelanggan.

“Pasti dikasi taunya itu pak, waktu prosesnya disini, waktu beralihnya ke prabayar dikasi tau itu,”katanya.

Disinggung bahwa pemberitahuan itu tidak dilakukan petugasnya, Robert mengaku bahwa kelalaian itu bisa saja terjadi dan ia akan melakukan tindakan terhadap petugasnya.

“Oke, kita selalu menyarankan kepada petugas agar disampaikan, kalau tidak disampaikan bapak datang kemari biar saya tindak dia, namanya petugas bisa saja salah,” katanya. (dh/osi)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close