Berita

Pangkalan TNI Angkatan Laut Hadir di Asahan

FaseBerita.ID – Warga di lima kabupaten/kota yakni, Asahan, Batubara, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu dan Kota Tanjungbalai berbangga dengan hadirnya Pangkalan TNI Angkatan Laut yang bermarkas di Jalan Tanjung Berombang No. 01 Desa Asahan Mati, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan.

Keberadaan Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Asahan atau disingkat Lanal TBA dimulai sejak diresmikannya TRI Laut Sumatera Timur, yang bermarkas di Tanjungbalai pada tanggal 1 Juni 1946 dengan sebutan Pangkalan Besar ALRI Tanjungbalai (Asahan), dan semakin kuat perannya dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Kecintaan warga pada Lanal TBA di buktikan dengan kehadiran warga pada  upacara peringatan HUT ke-74 TNI AL tahun 2019 yang mengusung tema “Bersama Rakyat TNI Angkatan Laut Siap Membangun SDM Unggul, Fondasi Indonesia Maju”.

Peringatan HUT TNI ke -74 di Lanal TBA  ini bukan hanya sebatas upacara saja, namun diisi dengan acara bakti kesehatan kepada masyarakat umum di Puskesmas Bagan Asahan, dan donor darah yang melibatkan perwakilan unsur TNI/Polri, dan instansi pemerintah di Mako Denpomal TBA.

Selain ziarah prajurit dan Jalasenastri Lanal TBA di Makam Pahlawan Tanjungbalai, serta puncaknya pada 10 September 2019 yakni upacara peringatan HUT ke -74 yang dihadiri oleh ratusan personel dan warga. Sementara, tamu undangan yang hadir yakni beberapa bupati dan Forkopimda dari lima pemerintah kabupaten/kota.

Upacara HUT TNI AL ke 74 tahun 2019 diikuti seluruh personel Lanal Tanjungbalai Asahan, dan Ibu Jalasenastri Cabang 7 Korcab I Daerah Jalasenastri Armada I Lanal Tanjungbalai Asahan. Antara lain, satu pleton perwira, satu pleton pomal, satu pleton bintara, satu pleton tantama, satu pleton airud, satu pleton bea dan cukai, satu pleton unsur Maritime, dan satu pleton PNS.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Danlanal TBA (Letkol Laut (P) Ropitno M Tr Hanla, dan sebagai Komandan Upacara Kapten Laut (PM) Marwansyah Damanik yang sehari-harinya menjabat sebagai Dandempom Lanal TBA.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Danlanal TBA Letkol Laut (P) Ropitno M Tr Hanla menyampaikan, selama 74 tahun TNI AL telah menunjukkan jati dirinya sebagai komponen pertahanan negara yang tangguh di tengah perubahan lingkungan strategis yang kian dinamis.

Selama itu, TNI AL telah terlibat dalam menjamin kepentingan maritim Indonesia, terutama pada pelaksanaan tugas sesuai pasal 9 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Dalam pasal tersebut diatur lima tugas TNI AL yakni bidang pertahanan matra laut, penegakan hukum dan keamanan maritim, diplomasi maritim, pembangunan dan pengembangan kekuatan maritim, serta pembinaan wilayah pertahanan laut. Beberapa langkah dan strategi baru telah diterapkan, agar secara efektif dapat memenuhi komitmen TNI AL kepada bangsa dan negara.

Komitmen ini ditujukan untuk membuat struktur kekuatan Angkatan Laut agar lebih efisien dan selalu berorientasi pada hasil serta kesiapan operasi. Menurutnya, modernisasi alutsista yang ditujukan untuk mencapai kesiapan tempur telah ditata dalam perencanaan strategis TNI AL 5 tahun ke depan, dalam kerangka kekuatan TNI AL yang selalu siap dioperasionalkan atau dikenal dengan Operational Ready Force.

“Perlu kita sadari bersama, bahwa kekuatan pertahanan sebuah negara terukur dalam komponen konseptual, fisik dan moral dengan faktor sumber daya manusia sebagai tulang punggungnya keunggulan SDM TNI AL. Tuntutan tersebut sudah tidak dapat ditawar-tawar lagi. Kita semua berikeinginan agar TNI AL diawakili oleh prajurit yang terlatih, terdidik, dilengkapi secara baik dan dijamin kesejahteraannya sesuai dengan jati diri prajurit TNI sebagai tentara professional,” jelasnya.

Di akhir amanatnya, Kasal menekankan personel TNI AL untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT, membangun SDM TNI AL yang unggul sebagai prajurit profesional yang berpedoman pada sumpah prajurit, sapta marga, delapan wajib TNI dan Trisila TNI AL.

Kemudian, tetap dalam kesiagaan untuk mampu menghadapi tantangan global yang kompleks dan dinamis dengan mengembangkan pola pikir dan pola tindak yang adaptif, produktif, inovatif dan kompetitif.

“Terus mengobarkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa dengan semua lapisan masyarakat, mengembangkan intuisi dan naluri tempur sebagai prajurit matra laut, serta menanamkan nilal-nilai maupun tradisi TNI AL dalam kehidupan sehari-hari,” sebutnya lagi.

Dalam kesempatan ini, para undangan seperti, Bupati, Kajari, Dandim, Wakapolres, dan Forkopimda mencoba melakukan tembakan dengan senjata laras panjang dan pendek yakni senjata laras panjangnya jenis SS 1 Pindad 5,6 mm Indonesia, pistol jenis FN Sigh Sauer 9 mm Jerman. (ck-04/ahu)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close