Berita

Guru Urus Pangkat Setor Rp3 Juta Hingga Rp8 Juta

KM Dongoran: Tak Ada Pungli di UPT Disdik Siantar

SIANTAR, FaseBerita.ID – Aparat Penegak Hukum (APH) diminta turun tangan atas dugaan pungutan liar (Pungli) dalam urusan kenaikan pangkat atau golongan di kalangan tenaga pendidik (guru). Disinyalir ada sejumlah uang yang harus disetorkan kepada oknum tertentu di Dinas Pendidikan Pematangsiantar agar tenaga pendidik naik pangkat.

Seorang Guru ASN yang tidak bersedia disebut namanya mengatakan, biaya pengurusan kenaikan pangkat ini sangat memberatkan.

“Ini sudah rahasia umum dan sudah lama terjadi. Misalnya, pengurusan golongan IV itu harus mengeluarkan uang Rp5 juta hingga Rp8 juta,” jelasnya.

Lanjut guru tersebut, uang Rp8 juta tersebut sudah termasuk untuk menyiapkan PTK dan jurnal guru.

“Jadi guru yang bersangkutan tinggal menyiapkan berkas. Biasanya ada oknum yang menguruskan itu di sekitar kantor dinas UPT Disdik Siantar. Daripada repot-repot dan apalagi guru tersebut sudah berumur maka dikasihkan saja uang tersebut,” jelasnya mengakhiri sembari menegaskan agar tidak menyebut identitasnya.

KTU UPT Dinas Pendidikan Pematangsiantar KM Dongoran ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/9/2019) membantah informasi dugaan pungli tersebut.

“Saya tegaskan, tidak ada pungli dalam pengurusan kenaikan pangkat atau golongan guru di UPT Disdik Siantar,” tegasnya.

Lanjut KM Dongoran, untuk mengurus kenaikan pangkat itu sudah ditetapkan syaratnya. Seperti harus melengkapi makalah dan berkas pengajuan kenaikan pangkat atau golongan.

“Andaikan saja oknum guru ‘Catering’ pembuatan makalah, maka itu bukan kewenangan dinas. Dinas hanya menegaskan syarat-syaratnya terpenuhi,” tambah KTU yang merangkap sebagai Kasi SMK tersebut.

Saat ditanya dengan informasi dari beberapa guru, KM Dongoran kembali dengan tegas mengatakan tidak ada kutipan untuk pengurusan kenaikan pangkat guru.

“Mungkin itu bukan masa saya. Contoh di masa KTU sebelumnya maka saya gak tahu dong. Jika berkasnya sudah lengkap dan memenuhi syarat maka akan segera saya diajukan,” ungkapnya.

Pemerhati Pendidikan Guru Siantar-Simalungun Farmanto Nababan mengungkapkan, persoalan Pungli yang melibatkan guru sebagai tenaga pendidik harus segera dihentikan. “Kita meminta polisi atau kejaksaan menelusuri informasi dugaan Pungli ini,” tandasnya. (rah)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close