Berita

Dokter Spesialis Wajib di RSUD hingga Sore

SIANTAR, FaseBerita.ID – Para dokter spesialis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih Pematangsiantar wajib berada di rumah sakit tersebut hingga sore, atau sekitar pukul 16.00 WIB.

Selama ini yang terjadi, sejak siang sudah banyak dokter spesialis yang meninggalkan RSUD dan memilih ke tempatnya membuka praktek, atau ke rumah sakit swasta.

Kepala Dinas Kesehatan Pematangsiantar dr Ronald Saragih, Selasa (10/9/2019) mengatakan, kebijakan tersebut sudah dibicarakan dan segera diberlakukan.

“Mereka kan berstatus Pegawai Negeri Sipil atau PNS. Jadi sudah kewajiban mereka berada di tempat tugasnya hingga sore,” sebut Ronald.

Hal itu, lanjut Ronald, merupakan salah satu upaya memerbaiki pelayanan di rumah sakit milik Pemko Pematangsiantar itu.

“Perbaikan harus dari internal. Pelayanan harus ditingkatkan. Kami sudah bicarakan sebelumnya, dokter spesialis harus stand by sampai pukul 16.00 WIB. Selama ini kan hanya sampai siang,” jelas Ronald.

Dengan adanya kebijakan itu, diharapkan dapat meningkatkan jumlah pasien baik dari dalam maupun luar daerah.

“Kita sudah bicarakan, dalam waktu dekat harus diberlakukan!” terangnya.

Diakui Ronald, memang selama ini jumlah pasien di RSUD dr Djasamen Saragih terbilang minim, baik pasien rawat jalan maupun rawat inap.

Terkait usulan agar PNS Pemko Pematangsiantar bisa langsung dilayani di RSUD Djasamen Saragih, Ronald mengatakan hal itu tidak ada dasar hukumnya.  Sebab, sebelumnya pihaknya sudah mengusulkan hal seperti itu ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, namun ditolak.

“Kita pernah mengusulkan ke BPJS Kesehatan, setidaknya PNS Pemko Pematangsiantar bisa langsung berobat ke RSUD Djasamen Saragih. Tapi pihak BPJS Kesehatan menolak. Alasannya, tidak ada dasar hukumnya. Semua layanan untuk pasien BPJS Kesehatan harus melalui sistem rujukan,” bebernya.

Wakil Direktur III RSUD Djasamen Saragih Ronny Sinaga mengungkapkan, kondisi rumah sakit tersebut memrihatinkan. Setiap hari, jumlah pasien rujukan hanya 100 orang dan pasien rawat inap rata-rata 25 orang. Sehingga pendapatan rumah sakit hanya sekitar Rp2 miliar per tahun. Padahal, agar kondisi keuangan stabil, setidaknya harus bisa mendapatkan Rp3 miliar.

“Kita sudah melakukan berbagai upaya peningkatan pelayanan maupun melengkapi sarana dan prasarana. Kita harapkan setidaknya PNS dan pensiunan Pemko Pematangsiantar bisa langsung memilih berobat ke RSUD Djasamen Saragih,” ujar Ronny. (pra)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close