Berita

Sukran Menangis… Akui Fitnah Bakhtiar

TAPTENG, FaseBerita.ID – Sidang lanjutan atas terdakwa Sukran Jamilan Tanjung dengan perkara pencemaran nama baik terhadap Bupati Tapteng (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani yang berlangsung di ruang persidangan Pengadilan Negeri (PN) Sibolga sempat membuat suasana haru, Rabu (28/8/2019) lalu.

Di ruang persidangan PN Sibolga yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Martua Sagala didampingi Hakim Anggota Marolop WP Bakkara dan Obaja Sitorus dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, tiba-tiba ada permintaan dari terdakwa Sukran Jamilan Tanjung untuk menyampaikan pernyataan sebelum sidang dilanjutkan.

Setelah mendapat izin dari Ketua Majelis Hakim, terdakwa Sukran menyampaikan bahwa apa yang telah dikatakannya tentang Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani sehingga menyeretnya ke kursi pesakitan setelah dilaporkan sang bupati karena merasa nama baiknya dicemarkan, adalah sebuah kebohongan, dan tidak benar.

Sukran juga menjelaskan, pernyataannya yang mengatakan Bupati Tapteng parutang busuk (orang yang tak mau bayar utang, red) juga dicabutnya. Sembari mengaku bahwa kebohongan itu dilakukannya akibat dirinya mendapat tekanan dari pihak-pihak lain.

“Apa yang telah saya sampaikan tentang Bupati Tapteng tidak benar. Apa yang saya sampaikan itu adalah di luar kesadaran saya dan ada pihak-pihak lain yang mengintimidasi saya. Apapun yang saya ucapkan terhadap Pak Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani tentang parutang busuk saya cabut. Saya harap kiranya Pak Bupati memaafkan saya,” ujar Sukran.

Mendengar pernyataan terdakwa Sukran, Ketua Majelis Hakim Martua pun menyatakan, mengingat kasus itu telah berproses maka akan tetap dilanjutkan. Kendati dilanjutkan, Martua menjelaskan apabila pelapor dan terdakwa nantinya sepakat untuk tahap mediasi dan berdamai, maka hal itu akan menjadi salah satu faktor penentu bagi pihaknya dalam mengambil putusan.

“Dari beberapa perkara yang biasa kami sidangkan, kalau terdakwa dan pelapor sudah sepakat berdamai, itu menjadi faktor penentu dan pertimbangan dalam sebuah hasil akhir perkara itu,” ucap Martua.

Sementara, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani yang hadir dalam persidangan itu sebagai saksi korban, sebelum dirinya dimintai kesaksian, ia diberi kesempatan menanggapi pernyataan terdakwa Sukran, dan ia pun menyatakan memaafkan Sukran dan meminta agar pernyataan permohonan maaf itu juga disampaikan Sukran kepada para awak media.

“Menanggapi permintaan maaf Pak Sukran tadi, saya selaku manusia pasti memaafkan. Saya minta juga kepada Pak Sukran agar menyampaikannya lagi di media, tolong disampaikan itu bohong, biar gak fitnah sampai anak cucu saya. Pertama saya pastikan akan saya maafkan,” tegas Bakhtiar.

Usai menanggapi permintaan maaf terdakwa Sukran, maka sidang dilanjutkan, namun suasana sidang yang awalnya haru itu, seketika berubah mulai tegang saat penasehat hukum terdakwa melontar beberapa pertanyaan kepada Bakhtiar, sehingga Ketua Majelis Hakim beberapa kali mencoba kembali menenangkan situasi.

Setelah Bakhtiar memberikan kesaksian, kembali terdakwa Sukran melontarkan pernyataan sembari meneteskan air mata bahwa ia tetap pada pernyataannya meminta maaf kepada Bakhtiar.

“Saya tetap pada pendirian saya tetap minta maaf kepada Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani. Saya mohon maaf,” ucapnya.

Menanggapi pernyataan Bakhtiar yang telah memaafkannya, Sukran juga mengaku sangat terharu.

“Bapak Baktiar ini tidak ada melakukan kelakuan, dan sayalah yang bersalah, menangis saya mendengar Bapak Bupati sudah memaafkan saya, saya ingat anak istri saya jauh dari saya,” kata Sukran sembari meneteskan air mata.

Pada kesempatan itu, Sukran juga menyampaikan permintaan kepada Majelis Hakim agar bijak dalam persoalan yang sedang membelitnya itu dan mengaku telah bersalah.

“Tolong yang mulia agar berbijaksana dalam peraoalan ini, dan saya tidak mau berbuat salah lagi,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, saksi atas nama Sudirman Halawa dan Jamil Zeb Tumori yang hadir pada saat itu juga memberikan kesaksian dalam persidangan itu. Dan saat hendak menyudahi kesaksiannya di depan Majelis Hakim, Jamil juga mendapat permintaan dari terdakwa Sukra agar dibantu untuk kembali memfasilitasi menyampaikan permintaan maaf kepada Bupati Tapteng.

“Tolong sekali lagi adinda, sampaikan permintaan maaf saya kepada Bupati Bakhtiar, tolong fasilitasi, tolong adinda,” ucap Sukran dan diterima oleh Jamil.

Selain itu, sebelum sidang ditunda, Sukran juga sempat melontarkan permintaan maaf kepada ketua majelis hakim.

“Kepada Ketua Majelis Hakim, saya juga meminta maaf apabila saya sudah membuat kesalahan,” ucap Sukran.

Mengingat dua orang saksi lainnya belum hadir di persidangan, maka Ketua Majelis Hakim Martua menunda sidang untuk dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. (dh)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close