Berita

Gelondongan Kayu dan Alat Berat Ditemukan di Ranto Baek

MADINA, FaseBerita.ID – Gelondongan kayu hutan dan sejumlah alat berat berupa escavator dan buldoser ditemukan di wilayah Desa Muara Bangko dan Desa Hutaraja Kecamatan Ranto Baek Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Selidik punya selidik, gelondongan kayu dan sejumlah alat berat tersebut ternyata milik pengusaha kilang kayu di Panyabungan bernama H Zulfikar Hasibuan. Ia pun mengakui bahwa kayu dan alat berat sekaligus armada pengangkutannya adalah miliknya.

Hal ini sontak menjadi sorotan warga setempat, khususnya pengurus koperasi usaha kebun sawit KUD Muara Raja Mandiri di Kecamatan Ranto Baek. Yang mana bapak angkatnya PT Sago Nauli Grup. Perusahaan tersebut belakangan ini dituduh melakukan penebangan liar di wilayah itu.

Humas KUD Muara Raja Mandiri, Usmar Lubis mengatakan, perusahaan bapak angkat mereka tidak pernah melakukan penebangan atau penggarapan di areal milik pihak lain sebagaimana dituduhkan selama ini.

“PT TBS atau PT Sago Nauli Grup tidak pernah melakukan penggarapan lahan atau areal milik pihak lain. Apalagi melakukan pembalakan liar. Ini sudah dibuktikan, bahwa yang melakukan penebangan di wilayah Desa Hutaraja dan Muara Bangko adalah pengusaha kilang kayu,” katanya.

“Tuduhan ini sangat kacau, sebab yang mengelola kayu adalah Zulfikar Hasibuan. Sementara perusahaan konsentrasi untuk membangun Kebun Sawit untuk KUD Muara Raja Mandiri,” kata Usmar kepada wartawan usai menyetop alat berat serta kayu gelondongan milik pengusaha Zulfikar pada Jumat (16/8/2019) lalu yang dilakukan oleh warga desa setempat dengan manajemen PT Sago Nauli Grup.

Alat berat yang ditemukan di wilayah itu seperti escavator, buldoser, truk pengangkut kayu.

Senada disampaikan Kepala Desa Hutaraja Kaslan yang ikut hadir dalam musyawarah atas penemuan alat berat dan penebangan kayu liar tersebut. Dia menyebutkan, yang melakukan pengolahan kayu serta menggunakan alat berat di areal itu adalah pengusaha kayu bernama Zulfikar Hasibuan.

“Jadi ini bisa kami tegaskan bahwa apa yang dituduhkan kepada pihak PT TBS maupun PT Sago Nauli Grup selaku bapak angkat koperasi, itu tidak benar. Termasuk tuduhan mengenai penggarapan lahan atau areal milik izin Lokasi Koperasi Salam Lestari yang saat ini ditangani pihak Polres Madina. Penemuan ini sebagai bukti bahwa itu tidak benar,” tegasnya.

Hal itu dikuatkan dengan adanya pengakuan pengusaha Zulfikar Hasibuan. Zulfikar mengaku bahwa itu adalah kegiatan yang dilakukannya, termasuk alat berat dan sejumlah pengangkutan yang ditemukan di lokasi merupakan miliknya. Pengakuan itu dibuatnya dalam surat pernyataan.

“Alat berat, pengangkutan, dan material yang ditemukan itu memang milik saya. Saya yang bekerja di areal itu atas legalitas yang saya miliki mulai dari Hak Kuasa dari si Pemegang Sertifikat Hak Milik (SHM) sebanyak 37 sertifikat dengan luas 74 hektare yang merupakan wilayah Desa Muara Bangko dan Desa Huta Raja Kecamatan Ranto Baek dan juga merupakan bagian dari Lahan KUD Muara Raja Mandiri,” kata Zulfikar.

Sementara, pimpinan PT SN Grup Ir Gede Edi Suprapto kepada Metro Tabagsel menjelaskan, pihaknya belakangan ini dituduh melakukan penggarapan areal sekaligus melakukan penebangan kayu di wilayah Desa Hutaraja dan Muara Bangko Kecamatan Ranto Baek.

“Kami dituduh melakukan penggarapan areal izin lokasi Koperasi Salam Lestari. Sementara kami tidak ada melakukan itu. Karena itu, kami bersama warga melakukan penyelidikan, ternyata disitu yang bekerja adalah pengusaha atas nama Pak Zulfikar. Di lokasi kami menemukan sejumlah alat berat dan pengangkutan seperti truk serta gelondongan kayu hasil olahan. Penemuan ini sudah disampaikan ke pemerintahan desa setempat. Kami hanya ingin membuktikan bahwa kami tidak melakukan penebangan maupun pengarapan areal itu,” terangnya.

Dijelaskan Gede, investigasi itu mereka lakukan dikarenakan adanya tuduhan dan laporan ke Polres Madina yang menyebut perusahaannya melakukan penggarapan areal dan penebangan kayu tanpa izin di areal milik Koperasi Salam Lestari.

“Laporannya pada pertengahan 2018 yang lalu ke Polres Madina. Perusahaan kami dituduh melakukan penggarapan lahan serta pembalakan liar. Sekarang sudah kami ungkap kebenarannya, bahwa yang melakukan penggarapan dan penebangan kayu di areal itu bukanlah kami,” tegasnya.

Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji yang dihubungi melalui Kepala Satuan Reskrim AKP Demak Ompusunggu kepada Metro Tabagsel mengatakan laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Kami sedang melakukan penyelidikan atas laporan itu,” ujarnya singkat. (wan)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close