Berita

2 Penjambret asal Sibolga Ditangkap

TAPTENG, FaseBerita.ID – Dua warga Kota Sibolga, masing-masing HSS (18) dan WW (26) ditangkap personil Polsek Pandan dari tempat berbeda usai melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (jambret, red).

Kapolres Tapteng AKBP Sukamat melalui Paur Humas Polres Tapteng Iptu Rensa Sipahutar mengatakan, penangkapan terhadap HSS dan WW berdasarkan Laporan Polisi nomor LP/90/VIII/2019/SU/RES TT/SEK PDN Tanggal 16 Agustus 2019.

“Waktu dan tempat penangkapan HSS, Minggu (17/8) pukul 00.30 WIB di Jalan Jati Kota Sibolga, WW Minggu (18/8/2019) pukul 09.30 WIB di Desa Pacur Napitu, Kecamatan Siatas Barita, Kabupaten Taput,” ujar Rensa melalui pesan tertulisnya, Senin (19/8/2019).

Dijelaskannya, adapun kronologi penangkapan terhadap HSS dilakukan petugas saat HSS berada di warnet. Saat ditanyai petugas, HSS mengakui perbuatannya dan mengatakan temannya saat melakukan tindak pidana, yaitu WW berada di Tarutung guna menjual emas milik korban.

“Dari situ petugas langsung mengejar WW. Dia ditangkap saat berada di sebuah kafe, tepatnya di Desa Pacur Napitu, Kecamatan Siatas Barita, Taput. Saat diinterogasi, WW mengaku dan membenarkan melakukan penjambretan bersama dengan HSS,” tuturnya.

Sementara, untuk barang bukti yang berhasil diamankan petugas dari HSS yaitu berupa 1 unit Honda Beat warna biru dengan BB 5089 NM yang digunakan sebagai alat, sebuah tas tangan wanita warna merah milik korban yang berisikan sebuah dompet warna merah. Kemudian, ada juga sebuah Kartu Keluarga Sejahtera atas nama Sukmanur Ahlaini Harepa (Milik Korban,red) dan sebuah Kartu Indoesia Sehat atas nama Adityawan (milik anak Korban, red).

“Barang bukti diamankan dari WW, 1 HP Mito milik Korban, sebuah KTP atas nama Sukmanur Ahlaini Harepa (milik korban, red), selembar STNK Septor Beat BB 6941 NM milik korban, satu cincin belah rotan imitasi milik korban, 1 unit septor Suzuki FU Plat BK 5868 YAJ hasil penjualan emas milik korban, selembar kwitansi pembelian septor tanggal 17 Agustus 2019,” tutur Rensa.

Atas perbuatan itu, lanjut Rensa, HSS dan WW dinyatakan telah melanggar Pasal 365 Subs 363 KUHPidana. Dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, HSS dan WW kini telah ditahan untuk proses lebih lanjut. (dh)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close