Berita

Ketua PAN Padang Lawas Diperiksa Polda

PALAS, FaseBerita.ID – Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Padang Lawas (Palas) berinisial SH diperiksa penyidik di Polda Sumut. Pemeriksaan terhadap ketua partai pada 3 Juli bulan lalu itu, terkait dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan.

Berdasarkan laporan polisi nomor STTPL/643/V/2019/sumut/SPKT II yang diterima, Rabu (14/8) dari pelapor M Yunus Harahap SH, kasus ini dilaporkan pada 6 Mei 2019 lalu.

Yunus yang juga anggota DPRD Palas ini melaporkan Ketua PAN tersebut atas dugaan pemalsuan tanda tangan.
Pada 3 Juli 2019 lalu, SH telah dipanggil untuk diperiksa terkait dugaan tersebut. Hanya saja hasilnya masih dalam penanganan Polda.

“Untuk hasilnya belum, yang jelas laporan kita telah ditindak lanjuti, dan terlapor sudah diperiksa,” kata Yunus yang juga bendahara DPD PAN Palas.

Sementara SH saat dihubungi via selulernya membenarkan laporan tersebut. SH sendiri mengakui telah memenuhi pemeriksaan penyidik Polda awal Juli lalu.

“Benar, (kasus) ini sudah kita serahkan sama DPW untuk dimediasi. Bagaimana (penyelesaian) itu ditangan DPW, karena ini kan persoalan partai,” terang SH.

Menurut SH, persoalan ini bermula saat hendak mencairkan dana bantuan partai. Yunus berstatus pelapor, saat itu dianggap SH tidak aktif sebagai bendahara.

Desakan keperluan dana yang diklaim untuk keperluan partai memaksa SH untuk membuat tanda tangan wakil bendahara guna percepatan pencairan. Belakangan tanda tangan itu berbuntut persoalan yang sampai ke Polda Sumut.

“Ini kan persoalan partai, sudah diserahkan sama DPW. Kan awalnya saat itu perlu untuk pencairan dana bantuan partai untuk bayar ini bayar itu, untuk keperluan partai. Dia (pelapor) sebagai bendahara partai saat itu tidak aktif, sementara dana perlu. Makanya kita sepakati dibuat tanda tangan wakil bendahara. Itu persoalannya,” terang SH mengklaim Yunus yang juga anggota DPRD Palas tidak aktif lagi di Partai. (tan)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close Ads