Berita

5 Tahun, PBB di Simalungun Tertunggak Rp20 M

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Selama lima tahun, terhitung 2013-2018 Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Simalungun tertunggak hingga Rp20 miliar. Penyebabnya, ada faktor-faktor yang menjadi kendala petugas saat melakukan pengutipan di lapangan.

Hal itu diakui Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten Simalungun Mixnon Simamora melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengutipan, Jhon Sinaga di ruang kerjanya, Rabu (14/8/2019).

“Tiap tahun ada target, makanya kami tetap mengupayakan pengutipan. Tahun 2014, target pendapatan pajak Rp7,6 miliar, realisasi Rp14,8 miliar. Tahun 2015 target Rp16 miliar, realisasinya Rp16,8 miliar. Tahun 2016 target Rp18,4 miliar, realisasi Rp18,2 miliar, tahun 2017 target Rp26,5 miliar, tapi terealisasi Rp21,6 miliar,” terangnya.

Masih kata Jhon, untuk tahun 2018, target pendapatan Rp26,5 miliar, realisasi Rp23,6 miliar. Sedangkan di tahun 2019 target Rp27 miliar namun masih terealisasi hampir Rp4 miliar, atau baru sekitar 10 persen.

“Biasanya menjelang jatuh tempo di bulan Oktober, mulailah banyak yang bayar. Sebab kalau sampai lewat jatuh tempo, akan ada denda. Kita upayakan menagih agar cepat pembayaran sebelum jatuh tempo. Tetap diupayakan realisasi tertagih 100 persen,” jelasnya.

Jhon mengaku banyak yang menjadi kendala di lapangan. Misalnya, wajib pajak tidak berada di tempat dan adanya perubahan nama wajib pajak.

Meski demikian, Jhon optimis semua yang tertunggah bisa tertagih.

“Intinya, yang namanya piutang tetap kita tagih. Kami tetap berupaya bagaimana caranya agar semua bisa tertagih,” jelasnya.

Salah satu upayanya, lanjut Jhon, adalah dengan penghapusan denda.

“Ini mau ditiadakan denda. Pemkab Simalungun mengadakan pemutihan denda PBB. Batas akhir pemutihan, 31 Oktober 2019,” tukasnya.

Camat Raya Kahean, Firdaus Girsang mengaku masih banyak masyarakat kurang sadar membayar PBB.

“Kita rapat tadi mengenai klarifikasi penyelesaian masalah tunggakan PBB tahun 2013 sampai 2016. Masih banyak yang menunggak. Kita mau minta penjelasan apa saja yang menjadi kendala dan bagaimana penyelesaiannya,” sebutnya. (mag-05)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker