Berita

Ephorus Pimpin Ibadah Pangompoion HKBP Nazaret Sorong Papua Barat

FaseBerita.ID – Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing memimpin Ibadah Pangompoion HKBP Nazaret Sorong Papua Barat, Minggu (11/8/2019).

Praeses HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur Pdt Pahala Sitorus MTh mengatakan, HKBP Nazaret Sorong merupakan salah satu gereja yang berdomisi di Provinsi Papua Barat yang dipimpin Pdt Risen Parhusip STh dengan jumlah jemaat 110 KK.

Gereja ini terdaftar dalam koordinasi pelayanan HKBP Distrik XVII Indonesia Bagian Timur.

“Kita itu berada dalam satu perahu, seperti yang dikatakan Kristus “pergilah, beritakanlah Injil dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”. Kita bersatu membangun Tubuh Kristus di Papua ini. HKBP pun juga harus memberitakan Injil ke semua tempat termasuk di Papua ini termasuk di Tanah Moi, bukan hanya kepada orang Batak tetapi juga kepada penduduk asli disini,” ungkap Pdt Pahala Sitorus MTh didampingi Pdt Risen Parhusip STh.

HKBP Nazareth Sorong diresmikan Ompu i Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing dalam Ibadah Minggu 11 Agustus 2019, disaksikan seluruh jemaat dan para undangan istimewa.

Senada dengan harapan Ketua Adat Suku Moi Sorong, Ephorus HKBP juga berpesan agar seluruh jemaat HKBP dimana pun berada termasuk di Tanah Papua agar bermasyarakat dengan baik, bersahabat, dan memberikan yang terbaik bagi daerah, negara, dan warga sekitar, sebagaiman visi HKBP menjadi berkat bagi dunia.

Dalam kunjungan pastoral ini, Ephorus HKBP dijadwalkan memimpin Pangompoion Gereja HKBP Nazareth Sorong, memberikan bimbingan pastoral kepada jemaat dan para sintua, serta kunjungan pastoral ke Persiapan Jemaat HKBP Galilea Raja Ampat.

Ephorus HKBP bersama Ompu Boru M Siahaan didampingi Sekhus Pdt Alter P Siahaan juga Ny Pdt Manarias Sinaga, dan Ny Pdt. Heince Simanjuntak ini tiba hari Sabtu (10/08/19) pukul 04.30 WIB di Bandara Domine Eduard Osok, langsung bertolak mengunjungi gereja dan bertemu dengan Praeses Distrik XVII IBT, Pendeta dan para Sintua.

Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing dalam khotbahnya berdasarkan Firman Matius 8:23-27 mengatakan ketika Yesus bersama-sama dengan muridNya berlayar, datang Ombak besar beserta angin kencang yang hampir menenggelamkan kapal tersebut.

Sementara Murid melihat Yesus yang sedang tertidur, kemudian mereka membangunkan Yesus karena ketakutannya. Lalu Yesus menegur mereka karena mereka dalam keadaan risau sekalipun mereka bersama dengan Yesus. Kemudian Yesus menghardik/memerintahkan ombak itu supaya berhenti dan angin pun juga berhenti.

“Gereja juga demikian, itu sebabnya gereja kita secara Oikoumene mempunyai lambang Perahu yang sedang berlayar dan ada Salib. Jadi perahu itu seperti gereja. kita sedang berlayar dari satu labuhan menuju labuhan yang lain, dan kita masih di tengah jalan, belum sampai kepada tujuan. Oleh karenanya, kita harus bersatu sesama umat pengikut Kristus, dan bersatu yakin percaya kepada Yesus Kristus, kita harus hidup bersamanya,” jelas Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing.

Ketua Suku Batak Sorong Raya Dr Tagor Manurung juga mengapresiasi semangat dan perjuangan jemaat dengan pelayan dalam membangun gereja ini.

“Kita juga harus bersosialiasi dan bermasyarakat, bersahabat kepada semua orang khususnya warga asli daerah ini. Sudah berurat berakar sebenarnya Orang Batak bergereja di gereja-gereja yang ada disini, tetapi ketika HKBP berdiri, kecintaan Batak tumbuh berkembang dengan konteks perantauan yang berbeda. Tuhan pasti memberikan yang terbaik untuk HKBP. Demi eksistensi HKBP, kita harus bersama dan bertindak bersama. Kita harus bersatu padu, jangan menjadi pendendam, mari kita satukan hati, visi, misi, agar HKBP menjadi tersohor,” ujarnya.

Ketua Adat Suku Moi Sorong Sipai AbnerBisoluyang didampingi Biro Perlindungan Suku Moi Papua ketika menghadiri Ibadah Mangompoi Gereja HKBP Nazaret Sorong-Papua Barat mengatakan, kami Suku Moi itu unik, sesuai dengan nama Moi yang berarti halus/lembut, sehingga budi, tutur kata, budaya, tarian, itu halus (gemulai) berbeda dengan suku lainnya di Papua yang lebih energik.

Kemudian jika Suku Batak menghadapi masalah di Tanah Moi, langsung berhubugan dengan Suku Moi jangan dengan suku lain karena Suku Moi-lah pemilik wilayat ini. Hak atas aturan, wilayah, siapapun yang tinggal disini harus mematuhi adat setempat, demikian HKBP juga tentu menghargai budaya setempat.

“Kami juga berharap agar Ajaran dan Ibadah HKBP itu bisa juga diterjemahkan ke Bahasa Moi agar bisa juga kami mengerti yang mungkin sesuai dan dapat dipakai,” kata Ketua Adat Suku Moi Sorong Sipai Abner Bisoluyang didampingi Biro Perlindungan Suku Moi Papua ketika menghadiri Ibadah Mangompoi Gereja HKBP Nazaret Sorong-Papua Barat. (rel/rah)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker