Berita

Bocah Perempuan 10 Tahun Dianiaya Ayah Tiri

TAPTENG, FaseBerita.ID – Dugaan penganiayaan terhadap anak terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Adalah Bunga (nama samara, red), bocah perempuan berumur 10 tahun yang menjadi korban. Ia mendatangi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sekata di Jalan Oswald Siahaan Pandan, Senin (5/8/2019) lalu. Bocah perempuan ini mengaku telah dianiaya ayah tirinya.

Ketua LSM Sekata, Samahati Lase kepada awak media, Senin (5/8), menyebutkan, Bunga bersama R Daeli, salah seorang Kepala Lingkungan di Kelurahan Hajoran, Kecamatan Pandan, mendatangi Kantor LSM Sekata seraya menyampaikan peristiwa yang dialaminya.

Pengakuan Bunga, dia minggat dari rumah karena takut kepada bapak tirinya. Ketakutan Bunga kepada ayah tirinya, bukan tanpa alasan. Bunga mengaku dipukuli ayah tirinya hingga menimbulkan luka membiru di bahagian mata sebelah kiri. Tak hanya dipukul, bocah yang ibu kandungnya berada di Pulau Nias ini mengaku bahagian punggung belakangnya pun ditendang oleh ayah tirinya.

“Korban dan terduga pelaku tinggal di Batu Mardinding, tetapi Bunga ditemukan oleh Pak Daeli di Hajoran saat bingung mencari rumah familinya tadi pagi. Awalnya menurut pengakuan Bunga kepada kami, Minggu (4/5/2019), dirinya menghilangkan uang Rp90 ribu. Akibatnya ayah tirinya emosi dan melakukan penganiayaan. Bunga juga di usir dari rumah,” ungkap Samahati Lase.

Masih kata Samahati Lase, Bunga sempat menuju rumah neneknya di Sibolga, tetapi sang nenek mau membawa Bunga kembali pulang ke rumah ayah tirinya. Karena trauma dan ketakutan, Bunga beranjak menuju rumah familinya di Hajoran, tetapi kebingungan posisi rumah yang hendak dituju tidak dia ditemukan. “Akhirnya pak kepling membawa Bunga ke sini,” lanjutnya.

Terhadap kasus yang menimpa Bunga, LSM Sekata di bawah kepemimpinan Samahati Lase lansung menindaklanjuti dengan melakukan pendampingan kepada Bunga. Kasus ini kemudian dikoordinasikan kepada pihak Dinas PPA Kabupaten Tapteng dan diteruskan pelaporan ke Polres Tapteng. Samahati Lase berharap , kasus yang menimpa anak bisa menjadi prioritas dan penanganan serius dari pihak Kepolisian.

“Saya berharap pihak Kepolisian secepatnya menangani dan mendalami kejadian penganiayaan ini. Saya melihat sendiri, bahwa mata Bunga sebelah kiri membiru demikian juga bahagian punggung belakangnya. Apakah karena faktor uang yang hilang itu saja membuat ayah tega menganiaya anaknya? atau ada faktor lainnya? ” tukas Samahati Lase.

Ketua LSM Sekata yang juga tokoh masyarakat ini juga berharap agar para orang tua yang memiliki anak tiri agar memperlakukan layaknya anak sendiri, tanpa ada perbedaan. (ztm)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close