Berita

RSU Dolok Sanggul Turun Kelas dari C ke D… dr Netty: Penilaian Tidak Objektif

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Sebanyak 72 unit rumah sakit di Sumatera Utara yang direkomendasi turun kelas oleh Kementerian Kesehatan melalui Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, salah satunya adalah RSUD Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan, dari C ke D.

Mendapat rekomendasi turun kelas rumah sakit yang dipimpinnya, Direktur RSUD Dolok Sanggul dr Netty Simanjuntak mengaku keberatan.

“Tentu kita keberatan, karena tidak objektif dalam penyesuaian tipe rumah sakit,” tegas dr Netty ketika ditanya perihal penurunan kelas rumah sakit yang dipimpinnya.

Disebutkan dr Netty, RSUD Dolok Sanggul yang turun kelas dari C ke D sesuai dengan kode RS 1205035, melalui surat rekomendasi Kemenkes Nomor: surat HK.04.01/I/2963/2019, perihal penyesuaian kelas rumah sakit.

Dikatakannya, tindak lanjut penurunan kelas tersebut, pihaknya akan menyurati Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, selaku pihak yang menerbitkan surat rekomendasi penurunan.

Sebab, kata Netty, penurunan kelas yang dilakukan pihak Kementerian Kesehatan, sangat keliru. Karena kriteria RSUD Dolok Sanggul sudah terpenuhi menjadi kelas C, yang selama ini sudah terus berbenah diri.

Ia menguraikan dari sumber daya manusia dan aplikasi sarana dan prasarana alat kesehatan (aspak) serta Sumber Daya Manusia-nya.

“Semuanya di atas 75 persen, sedangkan Aspak di atas 80 persen, dan ini sudah melampaui standar 60 persen,” bilangnya.

“BPJS saja sudah mengakui bobot rumah sakit ini 80 persen, sementara standarnya 60 persen, demikian SDM di atas 75 persen,” tegasnya lagi.

Selain itu, RSUD Dolok Sanggul juga telah memiliki Spesialis Jantung, Bedah Mulut, Kebidanan, Hemodialisa serta CT SCAN. Namun, dari uraian itu, kata dia, rumah sakit masih kekurangan dokter spesialis anak dasar. Dan pihaknya sudah mengajukan ke Kementerian Kesehatan.

“Itu sudah dilakukan MoU tahun lalu, artinya apa yang kurang di rumah sakit ini, kita peduli,” kata Netty.

Ketika disinggung, dengan adanya penurunan tipe rumah sakit dari C ke D akan berdampak terhadap pelayanan rumah sakit, dr Netty menyakinkan tidak.

Menurut dia, hanya akan berdampak terhadap klaim BPJS hingga mempengaruhi keuangan. Sebab, manajemen rumah sakit sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah.

“Bagi kami penurunan tipe rumah sakit tidak akan berdampak terhadap pelayanan, akan berjalan seperti biasa. Hanya masalahnya, klaim terhadap BPJS yang akan berdampak dan mempengaruhi keuangan rumah sakit. Sebab klaim tadi akan dibayarkan sesuai dengan tipe rumah sakit,” katanya.

“Kalau seperti ini, BLUD sangat terganggu. Sementara kami diharapkan jadi rumah sakit yang berdiri sendiri. Dari sisi keuangan, kita terganggu atas penurunan tipe ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Humbang Hasundutan Saut Parlindungan Simamora yang dikonfirmasi sekaitan itu, mengaku belum mengetahui surat keputusan dari Kementerian Kesehatan tersebut.

Namun, kata dia, persoalan itu secepatnya akan dibicarakan untuk dapat diselesaikan.

“Memang rumah sakit ini banyak masalahnya, mulai dari pelayanan hingga kerapian. Kalau kita sebut apa-apa saja, itu namanya ikut mencoreng nama baikku,” tandasnya. (mag-12/han/sp)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close