Berita

Ini Motif Bunuh Adik Ipar hingga Tangan Kiri Terputus

PALUTA, FaseBerita.ID – Tamba Nasution (38) mengaku kesal dan geram atas kelakuan adik iparnya, Rinto Harahap (27) yang suka datang mengintip ke rumahnya. Ini menjadi motif pelaku menghabisi adik iparnya hingga tangan kiri terputus.

Hasil interogasi dan pendalaman motif pembunuhan oleh Unit Reskrim Padang Bolak, pelaku mengakui perbuatannya.

Kepada petugas pelaku menceritakan bahwa sebelum kejadian naas itu, Jumat (12/7/2019) dini hari, pelaku merasa ada yang datang ke rumahnya untuk mengintip di kamarnya.

Merasa ada yang datang mengintip ia pun curiga kepada korban yang tak lain merupakan adik iparnya sendiri. “Saya heran, kok segitu kali adik ipar saya itu datang-datang untuk mengintip,” kata Kapolsek Padang Bolak AKP Zulfikar melaluI Kanit Reskrim Iptu S Naibaho, Minggu (14/7/2019).

Masih kata Iptu S Naibaho, pagi harinya, Jumat (12/7/2019), pelaku pun berangkat ke kebun dengan melewati grosir tempat usaha milik korban. Pada saat itu keduanya, antara pelaku dan korban sempat bertutur sapa. Di saat itulah pelaku masuk ke grosir dan menghabisi nyawa korban. “Sesuai pengakuan pelaku, motifnya karena mengintip itu. Pelaku kesal dengan korban,” ujarnya.

Baca juga: Adik Ipar Dibunuh, Tangan Kiri Putus

Sebelumnya, tersangka Tamba Nasution (38) ini nekat membunuh adik iparnya Rinto Harahap (27). Kejadian yang terjadi di Desa Mananti, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Paluta terjadi sekira pukul 09.30 WIB, Jumat (12/7/2019).
Salah satu warga Uwan Harahap didampingi Mulia Hasibuan dan Monang Hasibuan mengatakan bahwa saat itu mereka sedang berada di warung kopi di sebelah rumah dan toko grosir milik korban.

Saat itu mereka melihat pelaku keluar dari rumah korban dan juga memberitahukan kepada pengunjung warung kopi bahwa pelaku sudah melakukan pembunuhan dan terus berjalan menuju rumahnya yang berjarak 70 meter dari rumah korban. “Pelaku sempat ngomong madung hubunuh ia (sudah ku bunuh dia),” kata saksi mata bermarga Harahap itu menirukan ucapan pelaku.

Setelah mendengar pengakuan pelaku, mereka langsung masuk ke dalam toko grosir dan menemukan korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa lagi dengan posisi telungkup dilantai bersimbah darah dan potongan tangan kiri di temukan di atas meja. (ais)

Topik

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker