Berita

Bonaran Ajukan Banding: Ada Fakta Sidang yang Dihilangkan

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Raja Bonaran Situmeang akhirnya mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sibolga yang memonisnya 5 tahun penjara dan denda 1 miliar subsider 3 bulan kurungan pada sidang pembacaan vonis 8 Juli 2019 lalu.

“Saya menyatakan banding hari ini atas putusan PN kemarin. Karena banyak hal-hal yang keliru setelah saya baca yang dikeluarkan PN (Pengadilan Negeri). Antara lain fakta yang dihilangkan,” kata Bonaran usai penyerehan berkas pengajuan banding di Pengadilan Negeri Sibolga, Jumat (12/7/2019).

Mantan Bupati Tapteng tersebut menyebut ada yang keliru dan tidak sesuai pada putusan Hakim, sebagaimana fakta persidangan yang sebenaranya.

Menurutnya, di dalam persidangan, dari sejumlah saksi yang diperiksa, tidak satupun yang memiliki hubungan dengannya. Bonaran mengaku sangat kecewa degan pengadilan yang diduga telah menghilangkan bukti.

“Bukti keterangan dari Farida Hutagalung, dikatakannya saat itu uang diambil dari Bank Mandiri kemudian uang tersebut diserahkan kepada Mardi Gunawan. Namun pada persidangan pemutusan, fakta tersebut hilang. Fakta yang dibacakan itu seolah-olah disitu yang ambil uang adalah Joko dan Farida Hutagalung. Maka, kalau uang itu diambil Joko dan Farida bahwa itu seolah-olah ajudan saya,” ungkapnya.

Kemudian, keterangan Reonardo Siahaan juga hilang dalam pembacaan putusan oleh hakim. “Saya tanya waktu sidang ke Reonardo Siahaan, kalau ada uang ditransfer setelah tanggal 3 februari dari rekening Farida Hutagalung, apakah itu uang dari Heppi Rosnani. Dia jawab, tidak. Keterangan Itu juga hilang dari putusan Hakim,” ketusnya.

Ironisnya menurut Bonaran, saat sidang pembacaan putusan, Hakim mengatakan bahwa hal yang memberatkannya, karena selama persidangan dirinya tidak jujur dalma memberikan keterangan. Padahal menurutnya, hakimlah yang tidak jujur. “Bukan saya, padahal hakim disumpah. Saya akan laporkan hakim dan panitera pengganti ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung,” tegas Bonaran.

Peradilan yang dialaminya juga katanya akan dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) berdasarkan rekaman yang dia miliki selama proses Persidangan. Agar fakta persiangan dapat diketahui, dimana telah terjadi tindakan manipulatif hakim.

“Saya akan laporkan ini semua, supaya semua terang benderang. Kenapa fakta-fakta itu dihilangkan didalam putusan, Yang sangat menarik nanti yang saya tanyakan kepada badan pengawas dan Komisi Yudisial adalah, apa yang menggerakkan mereka sehingga menghilangkan fakta ini. Jadi saya bersama degan PH akan mempersiapkan memori banding,” pungkasnya.

Tak hanya denda Rp1 miliar dan subsider 3 bulan yang menurut Bonaran aneh pada putusan hakim, melainkan juga perlu diketahui darimana sebenarnya sumber dari fakta hukum. “Itukan yang Rp1 miliar adalah hilir. Itu gak masuk akal, jangankan yang satu miliar, putusan yang 5 tahun ini juga tidak masuk akal. Ketika fakta yang mendasarkan lahirnya putusan tersebut tidak didasarkan fakta persidangan, maka semua kacau balau, Makanya kita meminta kepada Mahkamah Agung dan KY, periksa kekuatan apa yang terjadi sehingga majelis hakim merombak fakta persidangan,” tegasnya.

Tak Hanya Bonaran, JPU juga Ajukan Banding

Di hari yang sama, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga ternyata menyatakan banding atas putusan Hakim Pengadilan Negeri Sibolga dlama Perkaran Nonor. Pid.51/B/2019/Pn Sbg atas nama terdakwa Raja Bonaran Situmeang. Dan ditandatangani oleh Panitera PN Sibolga Raja Bonar Sidauruk.

Hal tersebut dikatakan oleh Donny Doloksaribu SH yang merupakan JPU dalam perkara Bonaran. Menurutnya, putusan hakim terlalu rendah dari tuntutan 8 tahun yang mereka ajukan. “Kita juga sudah mengajukan Banding terkait putusan ini,” ujar Donny Doloksaribu di PN Sibolga.

Sebelumnya, usai pembacaan vonis 5 tahun dan denda Rp1 Milyar subsider 3 bulan kurungan oleh Hakim PN Sibolga, Raja Bonaran Situmeang mengaku akan pikir-pikir dulu, apakah akan mengajukan banding terhadap putusan hakim atau tidak. Beberapa saat kemudian, diluar persidangan, kepada sejumlah awak media, Bonaran mengaku telah memutuskan akan mengajukan banding. (ril/ts)

Topik

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker