Berita

Warga Kecewa Blanko e-KTP Masih Kosong

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Sempat tersedia menjelang pemilu 2019 lalu, blangko KTP elektronik (E-KTP) di Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Simalungun kembali habis. Padahal warga yang hendak mengurus KTP elektronik masih lumayan banyak.

Kekosongan ini membuat ribuan warga mulai resah. Pasalnya, blanko kosong sudah terjadi sejak April lalu hingga saat ini. Kondisi tersebut membuat masyarakat sedikit terganggu dalam hal mengurus keperluan surat menyurat.
Seperti mereka pencari kerja, anak yang ingin melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi di luar daerah, pindah domisili, dokumen kelengkapan kendaraan dan urusan kesehatan.

S br Saragih (56) warga Dolok Sinumbah, Kecamatan Jawa Marah Bah Jambi mengatakan, ia mengurus E-KTP ke Discapil bulan April lalu, sampai sekarang belum juga keluar.

“Sudah tiga kali aku datang ke Discapil ini mau ngurus E-KTP. Katanya blanko kosong. Capek kali. Padahal aku sudah tua. Jauhnya minta ampun, tak ada juga artinya malah mengeluarkan biaya,” kesalnya.
Hal senada disampaikan Rusdianto (25) warga Bandar Huluan. Ia hendak melamar kerja. Tapi pihak perusahaan meminta E-KTP asli sebagai pelengkap dokumen lamaran.

“Aku mau kerja bang ke Pekan Baru di salahsatu perusahaan di sana. Tapi pihak perusahaan minta E-KTP asli. Itu memang aturannya, nggak bisa resi katanya. Gara-gara E-KTP ini jadi nggak bisa kerja aku,” cetusnya.
Kekosongan blanko ini dibenarkan Kadis Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Simalungun Jon R Damanik.
“Nggak ada blanko. Kosong. Setiap minggu sudah kita ajukan, tapi di pusatkan ada proses lelang,” kata Jon R Damanik saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/7).

Kadis mengatakan kalau pihaknya tidak hanya mengurusi E-KTP saja. Namun juga mengurus berkas akta lahir hingga kematian.

“Urusan warga bukan hanya E-KTP. Tetapi akta lahir, KK, pindah sampai meninggal dunia. Sedangkan E-KTP pengadaanya sampai ke Pusat,” ujarnya.

Saat ditanyai berapa blanko yang diusulkan untuk kebutuhan Pemkab sampai Desember mendatang, pihaknya tidak mengetahuinya dengan jelas.

“Nggak ingat aku. Nggak kuhapal. Itu tergantung pengadaan dari pusat,” katanya.
Terkait jumlah resi yang sudah dikeluarkan mulai April hingga sekarang, lagi-lagi Jon R Damanik menjawab tidak tahu.

“Pertanyaanya detail kali. Saya tidak tahu. Tapi per hari sekitar 100 orang. Resi itu berlaku selama enam bulan. Kita tetap bersabar. Mudah-mudahan di awal Agustus ada. Nanti saya ke Jakarta mengambilnya,” pungkasnya. (mag05/des)

Topik

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker