Berita

Warung Remang-remang Menjamur di Kota Tanjungbalai

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Keberadaan warung remang-remang yang semakin menjamur di wilayah Kota Tanjungbalai semakin meresahkan masyarakat.

Amatan di lapangan, Minggu (7/7/2019) malam, warung remang remang alias kafe yang ada di Tanjungbalai sangat ramai dipadati khususnya para pria yang ingin mendapatkan hiburan malam, terlebih setiap malam minggu. Jika melintas tampak jelas lampu warna warni serta terdengar dentuman keras suara musik berbagai irama dari masing masing kafe tersebut.

Mulai dari pintu masuk selamat datang Kota Tanjungbalai yaitu, di Jalan Sudirman Batu 7, dan di Jalan Alteri, Jalan Jati hingga di Jalan Lingkar Tanjungbalai sekitar ratusan warung remang-remang yang beroperasi setiap malamnya. Operasional kafe itu berlangsung hingga larut malam bahkan sampai dini hari.

Ironisnya, kegiatan kafe itu bebas seakan ada persetujuan dari pemerintah setempat. Oleh karena itu, saat ini beberapa pemerhati di Tanjungbalai mensinyalir bahwa persoalan semakin menjamurnya aktivitas kafe itu karena tidak adanya tindakan tegas dari pemerintah setempat.

Menanggapi hal itu, Ketua PD Alwasiyah Tanjungbalai Buya Gustami mengatakan, salah satu penyebab warung remang-remang semakin menjamur bias karena pemerintah Tanjungbalai melalui instansi terkait tidak tegas dalam menegakkan aturan peraturan tentang usaha warung remang remang tersebut.

“Dari laporan warga dan juga yang sering kita dengar selama ini, sudah sering terjadi aksi-aksi kriminal karena pengaruh alcohol dan maksiat di warung remang-remang itu. Selain itu di tempat itu juga pernah didapati wanita pekerja yang masih di bawah umur, menyediakan jasa mulai menemani tamu peminum, bahkan disinyalir sebagai tempat transaksi prostitusi dan transaksi narkoba,” ucap Buya.

Oleh sebab itu, dirinya berharap agar pemerintah untuk menertibkan aktivitas warung remang-remang itu sehingga Kota Tanjungbalai yang merupakan Kota Religius tidak tercemar karena menjamurnya praktek praktek yang mengandung nilai maksiat.

“Warung remang remang itu mengandung nilai maksiat. Oleh karena itu kita berharap masyarakat Tanjungbalai harus lebih berbudaya dan lebih melaksanakan syariat bagi agama Islam ke depan. Kami juga meminta dan mendukung agar pemerintah segera menertibkan segala bentuk tempat-tempat yang mengandung maksiat di Tanjungbalai ini,” tegas Buya. (ck04/rah)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close Ads