Berita

Perusda Air Minum, Solusi Atasi Kebutuhan Air Bersih

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Kebutuhan air bersih di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), khususnya di pusat ibukota Kecamatan Doloksanggul, tiap tahun semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah pelanggan.

Karenanya, sudah sepatutnya menjadi perhatian serius pemerintah untuk mendirikan sebuah perusahaan daerah (Perusda) yang mengurusi air bersih, supaya pelayanan penyediaan air yang layak kepada masyarakat dapat terpenuhi.

Hal ini disampaikan salah satu tokoh masyarakat Humbahas Erikson Simbolon, menyikapi banyaknya keluhan mengenai kesulitan warga mendapatkan air bersih akhir-akhir ini. Keluhan tersebut bahkan terekspos sampai ke media sosial. Sudah selayaknya pemerintah membentuk keberadaan Perusda Air Minum di Humbahas, karena sifatnya sangat mendesak mengingat tingginya permintaan masyarakat terkait air bersih khususnya di beberapa pusat kota kecamatan yang ada di daerah itu.

“Melihat keadaan sekarang, sudah sangat mendesak untuk membentuk Perusda yang mengurusi air minum di Humbahas. Untuk itu kita menyarankan sekaligus mendesak pemerintah untuk mendirikan Perusda tersebut. Agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih maksimal,” kata Erikson, Selasa (11/6/2019) di Dolok Sanggul.

Lebih lanjut, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Humbahas itu menyebutkan, dengan dibentuknya Perusda Air Minum, dengan sendirinya akan menjawab segala permasalahan pelayanan air bersih yang selama ini menghantui masyarakat di dearah itu. Seperti yang terjadi baru-baru ini. Di mana masalah air bersih menjadi viral di media sosial karena warga Doloksanggul hampir 2 minggu sulit mendapatkan air bersih.

“Kita berharap, dengan adanya Perusda itu, kita nanti akan mendapatkan air minum yang benar-benar yang layak diminum. Bukan air yang hanya untuk mandi. Untuk itu saya mengajak masyarakat Humbahas untuk mendukung pendirian Perusda air minum. Terlebih kepada wakil kami di DPRD Humbahas, kami harapkan untuk dapat memberikan hati dan pikiran untuk memperjuangkan aspirasi kami ini,” pintanya.

Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor melalui Kadis Kominfo Hotman Hutasoit kepada wartawan menjelaskan, keluhan masyarakat terkait pelayanan penyediaan air minum yang sempat viral di media sosial sudah disikapi dengan memperbaiki pipa-pipa yang bocor akibat bencana alam beberapa waktu lalu.

“Keluhan masyarakat Jalan Ricardo Kecamatan Doloksanggul dengan matinya air SPAM yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui media sosial secara cepat ditangani oleh pemerintah dengan memperbaiki pipa pipa yang bocor akibat bencana alam dan air minum sudah kembali berjalan normal, khususnya di Kecamatan Doloksanggul,” kata Hotman.

Dikatakan, pada Mei lalu, air bersih yang dikelola oleh SPAM di sekitar Doloksanggul tidak berjalan akibat jaringan pipa mengalami masalah, seperti pipa bocor di beberapa titik di daerah Marade Kecamatan Pollung akibat bencana alam, sehingga air tidak dapat mengalir ke wilayah Doloksanggul.

“Setelah mendapatkan informasi itu, bapak bupati langsung turun ke lapangan dan meninjau perbaikan pipa-pipa yang bocor. Saat itu juga beliau memerintahkan Kadis Perkim dan UPT Air Bersih untuk memperbaiki kerusakan yang ada,” kata Hotman.

Selain bencana alam, kata Hotman, ada banyak permasalahan-permasalahan tentang air bersih di daerah itu. Untuk itu Pemkab Humbahas telah mengajukan Ranperda tentang Perusahaan Daerah (Perusda) untuk mengurus Air Minum kepada DPRD pada Maret 2017 lalu.

“Pemkab Humbahas selalu tanggap dengan keluhan masyarakat. Khususnya dalam hal pelayanan. Sehingga pada Maret 2017, kita sudah mengajukan Ranperda Perusda tentang Air Minum untuk disahkan DPRD menjadi Perda sebagai payung hukum dibentuknya Perusda.

Dengan Perusda ini nantinya manajemen pengelolaan air bersih akan lebih mandiri sehingga pelayanan kepada masyarakat akan lebih maksimal,” tukasnya.

Hotman menambahkan, permasalahan air bersih bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi semua pihak termasuk masyarakat tanpa terkecuali. “Pemerintah sangat mengharapkan peran serta masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam menangani permasalahan-permasalahan air bersih ini,” bebernya.

Sementara itu, Kadis Perkim Humbahas Rockefeller Simamora yang juga melalui Kadis Kominfo menyampaikan bahwa secara teknis pihaknya terus-menerus memantau keberadaan dan kelancaran air bersih semaksimal mungkin. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih mengalami beberapa kendala.

Dijelaskan, di Kecamatan Pakkat lebih kurang 2 kilometer pipa yang sudah dibangun hancur akibat bencana alam dan sejauh ini sudah dilaporkan ke Satker SPAM Kementerian PUPR dan masih menunggu untuk sesegara mungkin ditangani. Sementara kerusakan yang terjadi di Marade kata dia, masih bisa mereka atasi dengan memanfaatkan pipa yang ada.

“Ada lebih kurang 24 meter yang terbawa longsor dan kita sudah perbaiki,” ujar Hotman.

Sebelumnya, Warga Dolok Sanggul, khususnya jalan Ricardo dan jalan Rumah Sakit, Kecamatan Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan (Humbahas) sudah dua minggu kesulitan mendapatkan air bersih, karena air bersih yang dikelola UPT S-PAM tidak lagi mengaliri keran air ke rumah-rumah yang biasanya digunakan warga untuk memperoleh air bersih.

Meskipun warga telah beberapa kali meyampaikan keluhan kepada UPT S-PAM selaku pengelola air bersih di daerah itu, namun hingga kini belum ada tindakan.

Tidak rela kondisi tersebut berkepanjangan, warga pun menyampaikan permasalahan tadi kepada Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor lewat media sosial Facebook. (sht)

Topik

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker