Berita

Ponakan Menyerahkan Diri Dua Minggu Setelah Paman Tewas

FaseBerita.ID – Seorang lagi tersangka pembunuhan terhadap Abdul Bahri Simanungkalit (50), warga Lingkungan I Kelurahan Lubuk Tukko Baru, Kecamatan Pandan yang jasadnya ditemukan mengapung di kawasan Pulau Putri, Kecamatan Tapian Nauli, beberapa waktu lalu, menyerahkan diri.

Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Sukamat melalui Kasat Reskrim AKP Dodi Nainggolan dalam pesan tertulisnya menyebutkan, tersangka berinisial NS (21) alias TR, warga Jalan Batu Mandi Lingkungan I Kelurahan Lubuk Tukko Baru Kecamatan Pandan.

NS adalah keponakan kandung dari korban. Ia menyerahkan diri setelah diburon selama dua minggu. “Tadi siang sekira pukul 11.00 WIB. Tersangka langsung datang ke Mapoles Tapteng,” kata Dodi dalam pesan tertulisnya, Rabu (12/6/2019) lalu.

Selama buron timpal Dodi, pelaku bersembunyi di daerah Kecamatan Barus, Tapteng. Untuk proses penyelidikan lebih lanjut, sesuai dengan laporan polisi nomor LP/26/V/2019/SU/RES TAPTENG, tersangka untuk sementara waktu di titip di RTP Polres Tapteng.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terkuaknya kasus pembunuhan ini diawali dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki. Saat ditemukan, jasad korban terapung di dekat Pulau Putri, Tapteng, Selasa (28/5/2019), sekiira pukul 10.00 WIB. Mayat yang diperkirakan berusia sekitar 50 tahunan ditemukan dalam kondisi kaki dan tangan terikat tali dan mulutnya dilakban.

Monica Mendrofa, saksi mata yang menemukan mayat pertama sekali menerangkan, ia bersama keluarganya menemukan mayat tersebut ketika hendak liburan ke Pulau Mursala. Di saat melintas di pulau Putri terlihat ada yang terapung di laut dan semula dikira hanya batang kayu atau patung.

“Awalnya kami sangka patung atau kayu. Tetapi karena penasaran kami berbalik arah mendekati objek. Setelah mendekat, ternyata itu adalah sesosok mayat laki-laki kisaran usianya 50-an dengan posisi kaki dan tangan diikat tali, dan mulutnya dilakban,” ujarnya saat itu.

Setelah dilakukan Identifikasi, pihak kepolisian berhasil mengungkap identitas mayat laki-laki yang ditemukan mengapung di kawasan pulau Putri tersebut. Dari hasil identifikasi sidik jari, korban diketahui bernama Abdul Bahri Simanungkalit (50), warga Lingkungan I Kelurahan Lubuk Tukko Baru, Kecamatan Pandan, Tapteng.

Personel Sat Reskrim Polres Tapteng juga berhasil mengungkap motif tewasnya Abdul Bahri. Pelakunya adalah SS alias BS dan NS alias TR, yang merupakan abang kandung dan keponakan korban sendiri. SS dan NS warga Lingkungan I Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan, Tapteng.

SS sendiri sudah ditangkap di kediamannya, Rabu (29/5/2019), satu hari setelah penemuan jasad korban. Sementara NS melarikan diri setelah mengetahui penemuan jasad korban di perairan Pulau Putri. SS bersama NS sengaja membawa korban ke tengah laut untuk ditenggelamkan. Menurut pengakuan SS setelah ditangkap, ia mengikat tangan korban ke belakang serta mengikat kedua kakinya menggunakan tali rafia, lalu menutup mulutnya dengan lakban.

Baca juga:

Setelah itu, SS mengajak keponakannya NS untuk membawa korban ke tengah laut dengan menaiki sebuah boat stempel. Setelah mengikatkan beberapa batu ke tubuh korban, SS lalu membuang korban di tengah laut. Sekitar 30 menit kemudian SS bersama NS kembali dari laut. Setelah memarkirkan boat, kedua pelaku menaiki mobil Toyota Rush warna putih dan pergi dari lokasi. (ztm)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close