Berita

Kapolda Minta Terima Putusan MK

SIANTAR, FaseBerita.ID – Operasi ketupat 2019 resmi ditutup oleh Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan di lapangan H Adam Malik Kota Pematangsiantar.

Pelaksaan apel konsolidasi operasi ketupat 2019 dan apel kesiapan pengamanan sidang perselisihan hasil pemilu diikuti oleh personil dari TNI, Polri, ASN dan Ormas.

Dalam pelaksanaan apel tersebut yang menjadi inspektur upacara adalah Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan beserta Kapolres Pematangsiantar AKBP Heribertus Ompusunggu.

Dalam kata sambutan Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto yang dibacakan oleh Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan mengatakan, operasi Ketupat 2019 telah diselenggarakan dengan serentak selama 13 hari di seluruh Indonesia.

“Saya mengapresiasikan setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Polda Sumatera Utara dan jajaran atas terselenggaranya pelaksanaan operasi Ketupat Toba 2019 yang berlangsung aman, tertib dan lancar,” terangnya.

Dalam Operasi ini Polda Sumut telah melibatkan sebanyak 7.760 personil, selain itu beberapa instansi yaitu TNI, Satpol PP, pemadam kebakaran, pramuka, tim SAR dan lain lain.

“Dan perlu kita ketahui bersama bahwa pilpres dan Pileg yang berlangsung 17 April 2019 telah usai. Namun situasi kondisi negara kita yang saat ini masih bergejolak karena ada pihak tertentu yang tidak bisa menerima hasil pengumuman pemenang Pilpres 2019 oleh KPU pada tanggal 22 Mei lalu,” terang Kapolda dalam amanatnya yang dibacakan Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan.

“Kita harapkan Mahkamah Konstitusi dapat bekerja tanpa merasa diancam atau ditakuti oleh siapapun sehingga bisa mengambil keputusan yang adil dan objektif, apapun hasil keputusan dari Mahkamah Konstitusi harus dihormati, diterima dan ditaati oleh semua pihak tanpa kecuali,” tegas Kapolda.

Kapolda menegaskan untuk mewujudkan keamanan yang terbaik di wilayah Sumatera Utara, Kapolda memerintahkan kepada seluruh jajaran Polda Sumut untuk terus menerus meningkatkan sinegritas dan soliditas dengan TNI, pemerintah daerah dan stakeholder lainnya serta dengan seluruh elemen masyarakat agar Provinsi Sumatera Utara tetap dalam keadaan stabil, aman dan kondusif.

“Bila ada pihak-pihak tertentu yang ingin mengganggu baik secara langsung ataupun tidak langsung terhadap jalannya tahapan persidangan Mahkamah Konstitusi, jangan dibiarkan tetapi segera ditindak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” kata Kapolda dalam amanatnya.

Dalam acara apel tersebut, turut dihadiri Walikota Pematangsiantar H Hefriansyah, Ketua MUI kota Pematangsiantar, Ketua KPU kota Pematangsiantar, kejaksaan, tokoh agama serta ormas. (mag04/pra)

Topik

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker