Berita

Arus Balik Lebaran 2019, Pengguna KA Meningkat

Penumpang Pesawat Anjlok

FaseBerita.ID – Arus balik lebaran tahun ini, pengguna transportasi kereta api dari Stasiun Besar KA Medan mengalami peningkatan.

Terbukti hingga Senin (10/6/2019), pemudik masih terus berdatangan ke Stasiun Besar tersebut, baik dari dan ke Medan. Sebaliknya, penumpang pesawat terbang via bandara Kualanamu mengalami penurunan tajam.

“Hari ini (kemarin, Red) data penjualan tiket Kereta Api sudah mencapai 90 persen dari seat yang kita sediakan untuk arus balik Lebaran,” ungkap Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, M Ilud Siregar.

Ilud menjelaskan, puncak arus balik terjadi pada Sabtu (8/6) dengan jumlah penumpang mencapai 19.226 orang, atau naik dari Lebaran tahun 2018 berjumlah 17.991 penumpang.

“Pada Minggu (9/6/2019), jumlah diangkut mencapai 19.756 penumpang atau naik dibandingkan tahun 2018, berjumlah 19.185 orang,” tutur Ilud.

Kumulatif volume penumpang dari masa tanggal 26 Mei 2019 hingga 9 Juni 2019, PT KAI Divre I Sumut mencatat pemudik diangkut sebanyak 202.268 orang. Naik dibanding tahun 2018, berjumlah 195.284 penumpang.

“Sehingga di hari kelimabelas, total penumpang ada peningkatan penumpang di tahun 2019 kurang lebih 4 persen,” jelas Ilud.

Untuk angkutan Lebaran dari Stasiun Besar Medan ke berbagai jurusan di Sumut, PT KAI Divre I Sumut mengoperasikan 40 KA reguler. Terdiri dari 6 perjalanan KA Sri Bilah Utama relasi Medan – Rantau Prapat pergi/pulang (pp). Kemudian dua perjalanan KA Sri Bilah Premium relasi Medan–Rantau Prapat (pp).

“Selanjutnya enam perjalanan KA Putri Deli relasi Medan-Tanjung Balai (pp). Serta dua perjalanan KA Siantar Ekspres relasi Medan-Siantar (pp) dan 24 perjalanan KA Sri Lelawangsa relasi Medan-Binjai (pp),” jelas Ilud.

Ilud menghimbau para penumpang untuk membawa barang bagasi sesuai aturan yang berlaku. Ukuran dan berat maksimum barang bagasi setiap penumpang kereta maksimum 100 dm3 dengan dimensi 70 cm x 48 cm x 30 cm, berat maksimum 20 kg.

Penumpang Pesawat Turun Drastis

Terpisah, jumlah penumpang pesawat terbang via bandara Kualanamu mengalami penurunan cukup besar dibanding tahun 2018.

Manager Officer In Charge PT AP II Kualanamu Abdi Negoro mengatakan, hingga Senin (10/6/2019) siang, jumlah penumpang menggunakan pesawat sebanyak 28.349 orang. Mereka dilayani dengan 197 pesawat.

Jika dibanding tahun sebelumnya (2018) jumlah penumpang sebanyak 35.289 orang, dilayani 237 pesawat. Maka terjadi penurunan cukup drastis.

“Terjadi penurunan atau minus 74 persen jumlah penumpang jika dibanding tahun 2018 sebanyak 35.069 orang,” ungkapnya singkat.

Menurunya jumlah penumpang tersebut disebabkan kenaikan harga tiket pesawat. Seorang calon penumpang tujuan Jakarta, Silvia mengaku terpaksa menggunakan pesawat karena waktu yang mepet.

“Sebenarnya sangat memberatkan harga tiket sekarang. Namun karena waktu, saya terpaksa naik pesawat,” ujarnya.

Kondisi sebaliknya justru terjadi dengan pesawat tujuan luar negeri. Antrean panjang penumpang terjadi di terminal kedatangan luar negeri khususnya Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) KNIA pada Senin (10/6/2019) siang.

Antrean arus balik penumpang itu terjadi pada saat sejumlah pesawat mendarat hampir bersamaan seperti Sriwijaya Air dari Penang, AirAsia dari Kualalumpur, AirAsia dari Penang serta Saudi Arabia (Saudia) dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Kabid TPI Kualanamu Erwin Hariyadi mengatakan semua penumpang sudah terlayani dengan baik.

“Antrean memang tak dapat dihindarkan, karena jam yang sama pesawat mendarat hampir bersamaan,” katanya.

Namun demikian lanjut Erwin, pelayanan cepat dan optimal bagi penumpang merupakan prioritas. Sehingga para penumpang merasa nyaman dan tidak ada komplain. (gus/btr)

Topik

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker