Berita

Operasi Ketupat Toba di Asahan: 2 Orang Tewas, 9 Luka-luka

KISARAN, FaseBerita.ID – Satlantas Polres Asahan mencatat sebanyak dua orang menjadi korban tewas di jalan dalam lima kecelakaan selama operasi ketupat toba tahun 2019 di wilayah hukum Polres Asahan terhitung sejak tanggal 29 Mei hinggal 10 Juni.

Kasat Lantas Polres Asahan AKP Rusbeny mengatakan dari dua korban tewas satu di antaranya merupakan pemudik dan seorang lagi merupakan warga setempat. Sementara luka berat ada empat orang dan luka ringan lima orang dan kerugian materil diperkirakan mencapai Rp10,6 juta.

“Dari seluruh kejadian lakalantas ini, semuanya terjadi pada malam hari. Yakni pukul 19.30 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Sementara itu data pelanggaran lalu lintas kami mengeluarkan tilang 66 pelanggaran dan teguran sebanyak 281 pelanggaran,” kata Kasatlantas kepada sejumlah wartawan, Selasa (11/6/2019).

Secara keseluruhan, mantan Kasat Lantas Polres Nias Selatan ini menambahkan, arus lalu lintas di sepanjang wilayah Kabupaten Asahan yang merupakan jalur perlintasan timur terdapat kelancaran volume kendaraan dan tidak begitu terjadi kepadatan arus yang signifikan.

“Namun pada puncak arus balik tepatnya pada hari Minggu 9 Juni terjadi kepadatan volume kenderaan dengan intensitas tinggi. Sehingga kehadiran personel kepolisian di wilayah yang berpotensi macet khususnya di Jalinsum Kecamatan Pulau Raja yang berbatasan dengan Kabupaten Labuhan Batu Utara,” ujarnya.

Rusbeny juga menimpali, jika dibandingkan dengan persentase pada Ops Ketupat Toba tahun 2018 lalu terjadi penuruan kwantitas lakalantas sebesar 20 persen.

Salah satu kejadian Lakalantas di wilayah hukum Polres Asahan mengakibatkan korban pemudik tewas terjadi pada Kamis (6/6/2019) lalu sekitar pukul 20.30 WIB di Jalinsum tepatnya di Dusun Pondok Jadi Kecamatan Sei Dadap. Seorang pengendara sepedamotor yang merupakan warga Bengkalis, Riau tewas usai ditabrak bus penumpang Medan Jaya.

Pria paruh baya berusia 42 tahun itu ditabrak bus dari depan hingga ia bersama sepedamotornya masuk ke kolong dan terseret puluhan meter dari lokasi. Korban tewas mengenaskan di tempat dengan kondisi kepala pecah.

Informasi dihimpun wartawan, saat itu peristiwa bermula saat bus Medan Jaya BK 7959 DI yang supirnya melarikan diri dan masih dalam pengejaran, datang dari arah Medan menuju Rantau Prapat. Sesampainya di tempat kejadian, ia mengambil posisi terlalu ke kanan.

Diduga mendahului kendaraan yang berada searah di depannya tanpa memperhatikan motor yang dikendarai korban yang datang dari arah berlawanan. Tabrakan maut pun tak dapat dielakkan. Sehingga bus Medan Jaya menabrak motor dibagian depan hingga mengakibatkan pengendara motor tewas. (Per)

Topik

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker