Berita

Rokok Ilegal Merk Luffman Masih Ditemukan di Simalungun

FaseBerita.ID – Rokok illegal merk Luffman tanpa cukai beredar bebas di Simalungun. Rokok diedarkan melalui kios yang ada di sejumlah kecamatan dan nagori di Simalungun. Mereka mendapatkan rokok illegal ini dari pedagang yang mendatangi pemilik kios.

Marni, salah satu penjual rokok Luffman di kecamatan Dolok Batu Nanggar mengatakan, mendapat stok rokok Luffman tanpa cukai dari pedagang rokok yang datang ke kiosnya.

“Seminggu bisa habis dua sampai 3 slop bang, banyak yang cari rokok ini karena harganya cukup murah, perbungkus hanya Rp.8.000,’”kata Marni, tanpa basa-basi memperlihatkan rokok Luffman tanpa cukai berwarna merah, Senin (10/6) di Serbelawan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun.

Ditempat berbeda Atisa pemilik kios di kecamatan Bandar Huluan juga mengatakan hal yang sama, banyak masyarakat yang mencari rokok Luffman tanpa cukai karena harganya murah.

Beredarnya rokok tanpa cukai ini mengancam keberlangsungan perusahaan rokok yang resmi membayar cukai bagi negara. Belum lagi, kalau rokok ilegal ini terus menerus beredar maka rokok yang membayar resmi cukainya akan tidak laku di pasaran.

“Kalau terus beredar rokok ilegal dan tanpa cukai bisa saja mengancam perusahaan rokok yang resmi, hendaknya pihak Bea dan Cukai kerja ekstra untuk menangkap pengedar rokok ilegal,” ungkap T Purba, salah seorang tokoh pemuda di Dolok Batu Nanggar.

Baca juga: Rokok Tanpa Cukai Luffman Dijual Bebas di Aek Kanopan

T Purba juga mengatakan, rokok-rokok ilegal ini dapat mudah ditemukan diwilayah Simalungun, khususnya kecamatan Dolok Batu Nanggar, Bandar Huluan, Pematang Bandar, Gunung malela, dan Gunung Maligas.

Menteri Mencabut Fasilitas Cukai Rokok

Informasi yang diterima media ini, bahwa banyaknya rokok dan minuman yang beredar tanpa cukai, maka turutlah surat Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian No. IPA.4-222/SES.M.EKON/05/2019 tanggal 6 Mei 2019 hal penyampaian risalah dan surat Direktur Jenderal Bea Cukai No.ND-466/BC/2019 tanggal 14 Mei 2019, hal penghentian pelayanan dokumen CK-FTZ , serta disampaikan kepada pemilik perusahaan, bahwa telah dicabut fasilitas cukai atas barang berupa rokok dan minuman beralkohol tertanggal 17 Mei 2019.

Dengan adanya surat Menteri dan Dirjen Bea Cukai, seharusnya tidak ada lagi fasilitas Fiskal (rokok/minuman tanpa cukai) yang beredar di kawasan bebas Batam, tapi nyatanya buka hanya dikawasan Batam, tapi rokok-rokok ilegal tanpa cukai itu kini beredar di Sumatera Utara.

Sebelumnya, Fajar Patriawan Kasi Penindakan dan Penyelidikan telah menjelaskan, Pihak Bea dan Cukai Pematangsiantar akan kerja ekstra ini untuk meminimalisir peredaran rokok ilegal yang nyata – nyata merugikan Negara. Bahkan Kantor Bea dan Cukai Siantar, ditargetkan menurunkan peredaran rokok ilegal hingga 3 persen untuk tahun 2019 ini, dan tahun 2018 lalau telah mencapai 7 persen.

Baca juga: 

“Kita akan melibatkan seluruh pemerintah daerah, baik di kabupaten maupun kota Pematangsiantar, agar bersama-sama memerangi rokok Ilegal, demikian juga kami akan melibatkan penegak hukum baik Polisi, kejaksaan dan bahkan TNI,”kata Fajar, Rabu (22/5/2019) lalu.

Petugas Bea dan Cukai Pematangsiantar juga bekerja keras memberantas rokok ilegal, buktinya Bea dan Cukai Pematangsiantar menemukan 101 ribu batang rokok Luffman Ilegal periode bulan 1 Februari sampai 8 Mei 2019.

Di samping rokok Luffman ilegal, Bea dan Cukai Pematangsiantar juga menemukan rokok ilegal lainnya seperti Maxx, Nidji, Fel Super, Sakura, Bintang, Garden, SM King, Bravo, Victory, Rohas, dan Gudang Cengkeh.

“Diantara rokok-rokok Ilegal itu, rokok Luffman paling banyak beredar ilegal, dan daerah rawat peredarannya daerah Dairi, Simalungun dan Karo,”tuturnya. (esa)

Topik

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker