Berita

Dibelit Tujuh Kasus, Bonaran Minta Perlindungan Hukum ke DPR-RI

FaseBerita.ID – Banyaknya persoalan hukum yang dihadapi mantan Bupati Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmeang, membuat mantan pengacara Anggodo ini bereaksi.

Melalui penasihat hukumnya, ia menyurati Kapolri dan Komisi III DPR-RI untuk suvervisi dan gelar perkara serta memohon perlindungan hukum.

Bonaran mengatakan, penetapan dirinya sebagai tersangka terkait laporan Efendi Marpaung sesuatu hal yang perlu dipertanyakan. Menurutnya, standar untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka harus memiliki dua alat bukti. Sementara, saat ia mempertanyakan hal tersebut kepada pihak penyidik, alat bukti yang dimaksud tidak ada.

“Sewaktu saya diperiksa polisi, saya ditanya apa hubungan saya dengan Efendi Marpaung. Saya juga ditanya apakah saya pernah memerintahkan Efendi Marpaung untuk mentransfer uang. Saya jawab tidak pernah. Lalu saya bertanya kepada polisi, apakah polisi memiliki alat bukti terkait hal itu. Lalu mereka jawab tidak ada,” kata Bonaran saat dikonfirmasi wartawan, usai sidang di PN Sibolga, Senin (13/5).

Terkait dua alat bukti tersebut, sambung Bonaran, ia meminta kepada Kapolri agar kasusnya digelar di Bareskrim. Jika memang didapatkan dua alat buktinya, ia akan legowo jika kasusnya dilanjutkan. Tetapi kalau tidak ada, ia meminta agar dibatalkan.

Bukan itu saja, Bonaran juga akan membuat surat mohon perlindungan kepada Presiden Jokowi, terkait penanganan hukum yang menderanya.

“Ada tujuh kasus tentang saya yang dilaporkan, apakah saya sejahat itu?” tanya Bonaran.

Adapun surat yang disampaikan Bonaran ke Kapolri melalui penasihat hukumnya Charles AM Hutagalung, SH dan Fridel Harver Manik SH, tentang mohon suvervisi dan gelar perkara, dengan nomor 042/HSP-MSGP/V/2019 tertanggal 6 Mei 2019. Sedangkan kepada Komisi III DPR-RI dengan nomor: 044/HSP-MSGP/V/2019, tertanggal 9 Mei 2019, tentang mohon perlindungan hukum.

Menanggapi surat yang dilayangkan Bonaran ke Kapolri, Kasat Reskrim Polres Tapteng AKP Dodi Nainggolan yang dikonfirmasi, Selasa (14/5), mengatakan tidak ada masalah. Ia mempersilahkan untuk dibuktikan di pengadilan nantinya.

“Silakan dibuktikan di pengadilan benar atau tidak. Kalau memang tidak benar, silakan diprapidkan Yang jelas polisi sudah bekerja sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku,” tegas Dodi, sembari menyebutkan jika pada Rabu (15/5), Bonaran Situmeang akan diperiksa sebagai tersangka, dimana surat pemohonannya sudah disampaikan ke PN Sibolga. (ztm)

Topik

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker