Berita

Bonaran Bantah Beli Tanah di Pulau Ungge

TAPTENG, FaseBerita.ID – Lagi, sidang lanjutan kasus dugaan penipuan CPNS dan pencucian uang yang didakwakan terhadap mantan Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Raja Bonaran Situmeang (RBS), digelar, Senin (13/5).

Kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua saksi tambahan yakni, Jhon Sinambela dan anggota DPRD Tapanuli Tengah, Abdul Basir Situmeang.

Berbeda dengan sidang sebelumnya, dalam sidang kali ini kedua saksi tidak memberikan keterangan yang berhubungan dengan dugaan penipuan CPNS, tetapi berkaitan dengan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kedua saksi memberi keterangan terkait jual beli tanah di depan SPBU Pandan dan pulau Ungge.

Jhon Sinambela mengatakan, dirinya pernah menerima uang dari orang dekat Bonaran bernama Joko, untuk biaya pembelian tanah di depan SPBU Pandan. Namun bukti surat perjanjian jual beli atas nama Robert Situmeang, yang menurutnya merupakan orang dekat Bonaran.

Sementara, Abdul Basir Situmeang yang dihadirkan sebagai saksi transaksi pembelian tanah di pulau Ungge, menyebutkan jika dirinya bukan menjual pulau Ungge, tetapi menjual tanahnya yang ada di pulau Ungge kepada Bonaran. Ia bersama 6 orang pemilik lainnya menjual tanah kepada Bonaran.

“Ia saya jual tanah saya kepada terdakwa. Waktu itu ada delapan orang kami yang mau jual. Tetapi satu orang pemilik surat-surat tanahnya bermasalah,” beber Basir.

Kesaksian Abdul Basir yang mengatakan bahwa dia bersama 6 orang lainnya menjual tanah kepada Bonaran di pulau Ungge, dibantah terdakwa. Bonaran menegaskan jika dirinya tidak pernah membeli tanah di pulau Ungge. Ia menjelaskan tanah yang dibeli di pulau Ungge atas nama Pemkab Tapteng.

“Waktu itu ada program Dinas Parawisata hendak menebar benih ikan hias Nemo. Karena tempat itu sangat cocok untuk lokasi penebarannya, jadi dibelilah tanah sekitar atas nama Pemkab Tapteng,” tegas Bonaran.

Kepada awak media seusai persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syahrul Effendi Harahap menerangkan, jika saksi Jhon Sinambela dihadirkan untuk diambil keterangan tentang transaksi jual beli tanah, yang ada kaitannya dengan dugaan tindak pidana pencucian uang.

“Ada itu marga Sinambela, lupa saya namanya. Tawar menawarnya itu sama Bonaran,” tukas Syakhrul. (ztm)

Topik

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker