Berita

Komunitas Batak Kalteng Kawal Kasus Lakalantas yang Menewaskan 3 Mahasiswa Batak

FaseBerita.ID – Ketua Lembaga Komunitas Masyarakat Batak (LKMB) Kalteng, JMT Pandiangan mengatakan, Lakalantas yang menimpa lima mahasiswa mendatangkan duka mendalam di kalangan mahasiswa dan masyarakat Batak.

Pihaknya ingin proses hukum berjalan sesuai Undang-undang yang berlaku.

“Jadi, tim kuasa hukum yang kami bentuk akan mengawal semua prosesnya, dan menginginkan adanya transparansi dalam penanganan kasus yang melibatkan oknum perwira tersebut,” ucapnya saat melakukan pertemuan dengan awak media, Selasa (23/4).

LKMB, lanjutnya, tidak ingin kasus ini sampai tidak transparan. Selain itu, dari perwakilan organisasi yang hadir menemukan sedikit kecurigaan dengan kasus ini, karena di lokasi kejadian tidak ada sama sekali garis polisi dan tanda bekas olah kejadian perkara (TKP).

“Biasanya kan setiap kali kejadian selalu ada beberapa tanda bekas olah TKP, namun untuk kasus ini tidak ada,” bebernya.

Baca juga: Tertabrak Mobil Dinas Polisi, Satu Mahasiswa asal Simalungun Tewas

Untuk diketahui, jenazah Lamtio Simatupang yang meninggal Senin (22/4) pukul 22.30 WIB sudah dipulangkan ke Sumatera Utara sekitar Pukul 06.30 WIB, untuk dimakamkan.

Yogi, pacarnya, ikut Lamtio Simatupang ke rumah duka sampai pemakamannya.

Kematian Lamtio menambah jumlah korban meninggal akibat kecelakaan menjadi tiga orang.

Sementara rekannya yang dirawat di RS Siloam, Apriani Ningsih Simarmata, masih menjalani perawatan dan kondisinya berangsur-angsur membaik.

Baca juga: Satu Lagi Korban Meninggal Dunia di RS

Pandiangan juga tak lupa mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Kapolres Palangka Raya, AKBP Timbul RK Siregar.

Karena, telah mengawal pemulangan jenazah yang telah meninggal dunia sampai ke kampung halaman.

Dalam acara tersebut, puluhan mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam suatu organisasi, yakni, Solidaritas Mahasiswa Batak (SOMBA), Himpunan Mahasiswa Batak (HIMABA), Himpunan Mahasiswa Pemuda/i Simalungun (HIMAPSI), Ikatan Muda/i Karo (IMKA), Ikatan Muda/i Dairi (IMDA), Ikatan Anak Perantau asal Kabupaten Samosir (IKA PERKASA), Humbang Hasundutan (HUMBAHAS), dan Ikatan Keluarga Simalungun (IKS). Masing-masing dari mereka menyampaikan aspirasinya.(*ana/ram)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close