Berita

Tolak Pengalihan Pidana Penyelesaian Perkara Penganiayaan AU

FaseBerita.ID – Penanganan kasus penganiayaan terhadap AU, siswi SMP di Pontianak, secara diversi mendapat penolakan dari keluarga korban. Mereka menginginkan penyelesaian perkara lewat proses peradilan pidana.

Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo mengungkapkan, kemarin timnya masih berada di Pontianak untuk mendalami kasus AU. Pihaknya mendapat laporan bahwa kepolisian mengondisikan agar kasus tersebut ditangani secara diversi atau mengalihkan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan.

”Tadi malam (Kamis, 12/4), Red) jam 10 Polresta Pontianak memang mengondisikan keluarga korban dan keluarga pelaku untuk setuju penanganan secara diversi,” ujarnya.

Namun, upaya tersebut ditolak keluarga korban. Keluarga AU menginginkan kasus tersebut diproses melalui peradilan pidana. Tentu menggunakan jalur peradilan anak.

Terkait dengan bentuk perlindungan kepada korban, Hasto mengatakan bahwa pihaknya akan membahasnya terlebih dulu.

Sementara itu, keluarga AU kembali menyampaikan ketidakpuasan terhadap hasil visum yang diumumkan oleh pihak kepolisian. Mereka bahkan menyiapkan bukti foto-foto yang menunjukkan lebam di beberapa bagian tubuh korban.

Umi Kalsum, salah seorang pengacara korban, mengatakan, foto-foto tersebut diambil pada hari pertama AU masuk rumah sakit, 6 April, atau sekitar seminggu setelah penganiayaan pada 29 Maret. Dari foto-foto itu, terlihat bekas memar yang berwarna agak hitam di beberapa bagian tubuh, mulai kaki, perut, hingga tangan. Ada pula benjolan di kepala.

“Kami punya bukti gambar lebam. Kemudian, anak kami (AU, Red) ada di rumah sakit. Apakah itu kami rekayasa?” kata dia saat ditemui di Rumah Sakit ProMedika kemarin. “Polisi memang tidak pernah meminta gambar itu kepada kami. Kami menunggu interaksi dari penyidik,” lanjut dia. (jp)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close