Berita

Listrik Padam 5 Jam, Warga Geruduk Kantor PLN

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Kesal dengan pemadaman listrik yang terjadi hingga 5 jam tanpa pemberitahuan, warga Kecamatan Sibolga Utara menggeruduk kantor PLN Cabang Sibolga, Minggu (3/3) malam. Kedatangan warga tersebut untuk meminta penjelasan kepada pihak PLN terkait pemadaman yang terjadi sebanyak 3 kali dalam waktu yang berdekatan.

Mereka khawatir, pemadaman tersebut mengakibatkan kerusakan pada barang-barang elektronik rumah tangga. Tak hanya itu, proses belajar anak sekolah pun di rumah menjadi terganggu. “Seenak PLN ini saja memadamkan listrik tanpa ada pemberitahuan kepada masyarakat. Itupun sampai 3 kali. Mati, kira-kira 30 menit lagi hidup, kemudian 5 menit lagi mati lagi. Ada 5 jam mati, dari mulai jam 7 sampai jam 12 tengah malam. Apa nggak rusak semua barang-barang elektronik kami. Belum lagi anak sekolah, ini sudah mau ujian, anak-anak perlu belajar banyak di rumah,” kata Evraim Nainggolan, salah seorang warga yang mendatangi kantor PLN.

Yang lebih mengkawatirkannya lagi, kata dia, pemadaman listrik seperti ini sering mengakibatkan kebakaran. Karena, lamanya waktu pemadaman, membuat warga harus menggunakan lampu teplok atau lilin untuk menerangi rumah. “Untung gak ada kejadian. Karena, orang pasti pakai lilin atau lampu botol. Kan, rawan kebakaran kalau pakai lampu botol dan lilin ini,” ketusnya.

Ironinya, dua kali warga mendatangi kantor PLN, namun tidak ada penjelasan terkait penyebab pemadaman. “Pertama, saya sendiri yang datang, gak ada penjelasan yang pasti. Kedua kalinya, saya dengan beberapa warga lain, tetap gak ada penjelasan. Kan aneh, di era teknologi canggih sekarang, PLN kesulitan mencari penyebab kerusakan, kalaupun ada jaringannya yang rusak,” pungkasnya.

Ditimpali rekannya, Lambok Nababan yang meminta PLN jangan seenaknya memadamkan listrik. Apalagi katanya, PLN belakangan diketahui tidak lagi memberi tenggang waktu kepada pelanggan yang telat bayar tagihan. Bagi yang telat bayar, meterannya akan langsung dicabut. “Kalau PLN buat kesalahan, masyarakat harus memaklumi. Tapi, kalau masyarakat telah bayar sebulan saja, meteran langsung dicabut, gak ada maaf. Kan, enak-enak di PLN ini saja. Makanya, jangan salahkan kalau masyarakat marah, kalau pelayanan PLN begini,” ketus pria yang juga menjabat sebagai ketua PAC Sibolga Utara ini dengan lantang.

Terpisah, mewakili PLN cabang Sibolga, Rio Sitompul, Staf Teknik Unit Layanan Pelanggan Sibolga Kota membenarkan pemadaman tersebut. Menurutnya, terjadinya pemadaman lantaran adanya gangguan pada peralatan mereka. Dan lamanya pemadaman akibat pencarian sumber masalah. “Dari mulai jam 7 (malam) kita mencari penyebab gangguan, di situ lamanya. Ternyata, ada pohon tumbang di sekitar desa Rampah, yang mengenai kabel kita. Kemudian, ada juga kerusakan pada LBS kita yang di Sibolga Julu, makanya padamnya agak lama. Sudah sempat kita coba menyalakan, tapi gak bisa. Makanya, kita perbaiki dulu. Sekitar setengah satu (dini hari), baru bisa bagus,” terang Rio.

Terkait pamadaman berikutnya, dia memastikan tidak ada lagi. Karena, mereka telah mengatasi semua gangguan yang terjadi. “Kalau pemadaman, gak lagi. Karena sudah kita perbaiki,” pungkasnya.

Namun, terkait amarah warga, yang tidak terima dengan pemadaman sepihak yang dilakukan PLN, Rio tidak menanggapi. (ts)

Topik

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker