Berita

Suami Ditahan di Malaysia, Istri: Cepat Pulanglah Bang, Kasihan Anakmu!

ASAHAN, FaseBerita.ID – Yono Sugianto alias Ciwek (39) warga Desa Sei Alim Hasak, Kecamatan Sei Dadap, Kabupaten Asahan, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengadu nasib ke Negara Malaysia. Kini, Ciwek sangat didambakan keluarganya terutama anak dan istrinya, agar cepat pulang ke kampung halaman.

Informasi yang didapatkan kru koran ini, Jumat (1/3), dari pihak keluarga Ciwek, kini pria tersebut menjalani tahanan di negara jiran sejak 4 bulan yang lalu karena surat administrasi sebagai TKI tidak lengkap. Pria yang sudah merantau selama 1 tahun di negara tetangga ini sempat mendapat janji sebelum dia berangkat, bahwa dia akan diuruskan segala administrasinya sebagai TKI seperti Permit, namun hal itu tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

Hal itu dikatakan oleh istri Ciwek yakni Ana (37) bersama ibu mertua dan anaknya, saat ditemui Metro Asahan. Ia mengaku kehidupannya sangat susah semenjak suaminya itu tertangkap saat hendak pulang ke kampung halaman.

Bukan hanya itu saja, Ana terpaksa harus hidup menumpang dengan ibu mertuanya yang saat ini juga tidak punya penghasilan. Untuk mempertahankan hidup, Ana harus bekerja demi kedua anaknya.

“Aku sangat susah semenjak suamiku tertangkap Bang, sekarang ini aku terpaksa harus numpang dengan mertuaku dan aku harus kerja untuk menghidupi kedua anakku,” jelas Ana dengan meneteskan air mata.

Kepada awak media, Ana berharap kepada pihak yang bersangkutan agar bisa membantunya untuk membebaskan suaminya, supaya kehidupan dan masa depan anaknya tidak terancam.

“Aku sangat mohon kepada pihak yang bersangkutan supaya bisa membantu keluarga kami untuk membebaskan suamiku agar kehidupan dan masa depan anak kami tak terancam,” tutur Ana sambil menghelus dadanya.

“Bang, cepat pulanglah Bang, kasihan anakmu, kami semua rindu padamu, aku gak bisa apa-apa untuk membebaskanmu,” pinta Ana.(bay/ahu) 

Topik

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker