Berita

Ompung Meninggal Usai Lerai Putri Berkelahi

TAPUT, FaseBerita.ID – Takkas Nainggolan (63), warga Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, meninggal pada Minggu (24/2). Penyebab kematian dirasa keluarga janggal. Keluarga kemudian membuat laporan ke Polres Taput. Dan, akhirnya membawa korban ke RSUD dr Djasamen Saragih di Kota Pematangsiantar untuk otopsi, Senin (25/2).

Ya, Oppung Takkas sebelumnya sempat melerai putrinya yang berkelahi dengan seorang remaja pada Minggu (24/2). Tak lama setelah itu, korban menghembuskan nafas terakhirnya. Menurut keluarga, selama ini Takkas tidak menderita sakit dan bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal. Kematian korban pun mengejutkan keluarga.

“Makanya kita ingin tahu penyebab kematiannya. Keluarga jelas curiga dengan kejadian ini,” kata salah seorang keluarga korban, Boru Sihombing kepada METRO SIANTAR (Grup Koran Ini) saat diwawancarai di ruang Instalasi dan Kedokteran Forensik RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.

Ia menjelaskan, sepengetahuan keluarga korban selama ini korban tidak ada menderita sakit dan masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, ada kabar tak sedap yang diterima Boru Sihombing. Bahwa korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh seseorang pada Minggu (24/2).

Menurut informasi yang didapat keluarga, korban sebelumnya melihat putrinya sedang berkelahi dengan seorang pria yang berusia sekira 15 tahun. Melihat putrinya itu berkelahi, korban lantas datang melerai perkelahian tersebut. Akan tetapi, korban diserang oleh remaja tersebut. Diduga Oppung Takkas menjadi korban penganiayaan dengan cara dicekik. “Katanya sudah belajar karate oknum yang mencekik leher oppung ini. Makanya bisa seperti ini. Sementara putri oppung ini kurang sehat, seperti ada keterbelakangan mentalnya,” terang Boru Sihombing sembari menunggu otopsi selesai dilakukan.

Sementara salah seorang personel Polres Taput yang diwawancarai di RSUD dr Djasamen Saragih mengaku belum mengetahui apa penyebab kematian korban. “Kita tidak tahu bagaimana kebenarannya. Pihak keluarga merasa tidak terima, sehingga kami bawa untuk diotopsi,” ujar petugas kepolisian tersebut.

Ditambahkan juga, polisi masih dalam proses penyelidikan atas laporan pihak keluarga tersebut. “Kita tidak mau berasumsi bagaimana, yang pasti masih dalam penyelidikan,” terangnya.

Sementara itu Kepala Instalasi Forensik dan Kedokteran Forensik dr Reinhard Hutahaean mengatakan ada ditemukan trauma (luka, red) lecet di bagian bahu, tangan dan di kaki korban. “Bisa saja itu karena benturan atau benda keras. Soal lebih detailnya, silahkan ditanya sama polisi ya,” katanya.

Usai proses otopsi, jasad korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di Tapanuli Utara menggunakan mobil RSU Tapanuli Utara. (mag03/pra)

Tags

Berita lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close Ads