Berita

200 KK Terdampak Banjir di Asahan Enggan Mengungsi

FaseBerita.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan mengimbau warga khususnya bagi daerahnya menjadi langganan banjir musiman agar selalu waspada akibat luapan air Sungai Silau maupun anak sungai di sekitarnya. Sebab potensi hujan diperkirakan akan tetap datang dalam intensitas tinggi selama beberapa hari mendatang.

Kasubbid Kedaruratan BPBD Asahan Zulfahri Harahap mengatakan, potensi banjir susulan bisa saja terjadi jika memperhatikan kondisi cuaca saat ini. “Kita sudah siapkan tempat untuk warga termasuk dapur umum dan lokasi sementara jikalau kemungkinan terburuk dari banjir ini sewaktu-waktu terjadi,” katanya, Kamis (5/11).

Namun, bagi  warga yang tengah tampak pasrah dan mulai terbiasa beradaptasi dengan resiko banjir yang terjadi dalam setahun dua sampai tiga kali ini mengaku enggan meninggalkan rumah mereka dan lebih memilih bertahan menunggu air surut dari pada harus pindah ke lokasi pengungsian yang disiapkan oleh BPBD Asahan.

“Rata – rata memang warga memilih bertahan di rumah mereka karena meyakini air akan surut,” katanya.

Sementara itu, diperkirakan ada sekitar 200 kepala keluarga (KK) di dua desa di Asahan yang terdampak banjir akibat curah hujan yang tinggi dan luapan air sungai memilih bertahan di rumahnya masing-masing. Mereka enggan untuk divakuasi ke lokasi pengungsian.

Menurut Sunardi, salah seorang warga mengaku ia dan keluarga lebih memilih bertahan di dalam rumah karena khawatir jika rumah mereka ditinggali terlalu lama dan terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Biasanya, kalau air naik pagi malamnya itu sudah surut. Kita kalau tinggalkan rumah ini rasanya makin kepikiran. Semoga saja tak ada hujan lagi hari ini,” ucapnya.

Sebelumnya, banjir turut merendam puluhan rumah di Dusun X Rawarejo, Desa Terusan Tengah, peristiwa yang sama turut melanda lima dusun yang berada di Desa Piasa Ulu, Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan dengan ketinggian air maksimal 60-80 cm. (Per)

iklan usi



Back to top button