Berita

2 Tahun Kasus KM Mega Top III Tak Selesai, Keluarga ABK Demo

Nyawa Orang Cuma Dihargai Rp5 Juta

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Dua tahun sudah Kapal Motor (KM) Mega Top III hilang bersama 28 Anak Buah Kapal (ABK)-nya. Dan hingga kini keberadaan kapal dan awaknya belum juga diketahui. Sementara, tanggungjawab pihak pengusaha dari PT Kerapu Jaya Lestari terhadap keluarga korban belum juga diselesaikan, sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Tidak terima dengan perlakuan pihak pengusaha, keluarga korban didampingi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) kemudian menggelar aksi demo ke gudang PT Kerapu Jaya Lestari yang berada di Pondok Batu Tapteng, Rabu (13/11/2019). Massa bergerak dari simpang Pondok Batu, berjalan kaki sekitar 1 kilometer sambil menyampaikan orasinya. Mereka menuntut Tono Dasiran alias Atak untuk bertanggung jawab terhadap hilangnya anggota keluarga mereka.

“Tangkap Atak, yang tidak patuh dengan undang-undang yang berlaku di negara ini,” seru Doglas, salah seorang orator aksi dari SBSI Sibolga-Tapteng.

Massa juga menuntut agar Atak hadir menemui mereka dan memberikan penjelasan pasti terkait tanggung jawabnya terhadap hilangnya anggota keluarga mereka saat melaut. Mereka menyebut, santunan yang pernah diberikan pihak pengusaha sebesar Rp5 juta per keluarga bukanlah merupakan penyelesaian permasalahan. Karena, nilai tersebut tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Dimana hati dan nuranimu, nyawa orang kau hargai hanya Rp5 juta. Kami ingin mendengarkan penjelasan langsung dari Tono Dasiran alias Atak. Kami sangat berharap kepada pengusaha, kesabaran manusia ada batasnya. Kami bukan binatang, tolong camkan itu. Bagaimana kalau anda di posisi kami. Atau keluarga anda berada di posisi kami,” seru Jerry, orator lainnya menimpali.

Senada juga disampaikan Ketua SBSI Sibolga-Tapteng, Binsar Tambunan dalam orasinya. Dia menyebut, pihak pengusaha patut disalahkan dalam kejadian hilangnya KM Mega Top III. Dan itu, harus dipertanggung jawabkan oleh Atak sebagai pemilik kapal.

“Ada dua kesalahan pengusaha, pertama, kapal berlayar tidak dilengkapi dengan alat keselamatan. Karena, dari 28 ABK, tidak 1 pun yang selamat. Artinya, tidak satu pun pelampung ada di kapal tersebut. Kedua, pengusaha tidak mendaftarkan pekerjanya ke BPJS,” sebut Binsar Tambunan.

Meski Atak tidak pernah sekalipun hadir pada setiap pertemuan yang pernah digelar oleh instansi pemerintah terkait, keluarga korban melalui Binsar meminta agar kali ini Atak harus dihadirkan, bertemu dengan keluarga korban KM Mega Top III.

“Kami masih ingin menyelesaikan ini dengan cara kekeluargaan. Walaupun selama ini Atak tidak pernah hadir di setiap pertemuan yang difasilitasi DPRD dan Lanal Sibolga. Kami minta kali ini Atak harus hadir. Kami tidak butuh siapapun, kami tidak kenal dengan humas atau si Manurung, kami tidak kenal dengan mereka. Kami mau ketemu langsung dengan Atak,” tegasnya.

Menanggapi kehadiran keluarga korban KM Mega Top III tersebut, Aswin yang mengaku sebagai Humas PT Kerapu Jaya Lestari menyebut kalau Atak sedang tidak berada di tempat. Dia meminta, agar diberi waktu beberapa hari menunggu Atak pulang dari luar kota dan berjanji akan mempertemukan Atak dengan keluarga korban. “Beliau tidak ada di tempat, Sabtu baru pulang dari Medan. Kita tunggu saja beliau pulang, nanti akan saya kabari. Karena, saya tidak punya wewenang untuk menyampaikan keterangan,” kata Aswin.

Mendengar pernyataan humas perusahaan tersebut, sontak massa emosi, tidak terima dengan pernyataan Aswin. Karena, sudah 2 tahun mereka menunggu kepastian dari Atak. Dan selama 2 tahun pula mereka harus menderita, terlebih kaum ibu-ibu yang harus menghidupi keluarganya seorang diri tanpa suami. Ironinya lagi, banyak di antara anak-anak mereka yang terpaksa harus berhenti bersekolah. Karena tidak punya biaya setelah ditinggal tulang punggung mereka dalam mencari nafkah.

“Kami mau ketemu sama si Atak, bukan dengan yang lain. Sudah 2 tahun, suami kami hilang, tidak ada lagi yang memberi kami makan. Anak-anak kami terpaksa harus mencari barang bekas, karena sudah tidak sekolah lagi. Darimana uang kami menyekolahkan mereka,” teriak para ibu-ibu yang suaminya menjadi korban kapal naas tersebut.

Meski sempat terjadi ketegangan, akhirnya disepakati pertemuan akan digelar pada Senin (18/11/2019) dengan menghadirkan Atak langsung bertemu dengan keluarga korban KM Mega Top III. Setelah menerima pernyataan Atak melalui Aswin, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib, meninggalkan gudang milik PT Kerapu Jaya Lestari. (ts)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close