Berita

2 Pelaku Pencuri Hp di Kantor JNT Terekam CCTV saat Beraksi

FaseBerita.ID – Polisi mengungkap pelaku pencurian telepon genggam di kantor JNT yang berada di Jalan R Suprapto, Sibolga Sambas, berkat hasil rekaman CCTV, Senin (4/2) lalu.

Pelaku diketahui berinisial HN (41) yang berprofesi sebagai penarik becak. Kemudian HE yang bekerja sehari-hari sebagai nelayan. Keduanya ditangkap dari tempat yang berbeda, Rabu (5/2) lalu.

HN ditangkap dari rumahnya di Jalan Mahoni, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Selatan.

Sedangkan HE yang merupakan warga Jalan Jati, ditangkap saat sedang tidur di salah satu gudang pembongkaran ikan di Jalan Mojopahit.

“Setelah kita terima laporan dari Gagah Abram Tampubolon (20), langsung kita lakukan pengembangan. Yang pertama kita amankan adalah HN dari rumahnya. Kemudian, dari hasil interogasi, kita berhasil menangkap temannya HE yang sedang tidur di sebuah gudang,” kata Kapolres Sibolga AKBP Triyadi dalam keterangan persnya melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, Senin (10/2).

Dari keterangan kedua pelaku, diketahui kalau awalnya mereka tidak punya niat mencuri di kantor jasa ekspedisi tersebut. Bermula saat keduanya melintas dari depan kantor JNT, melihat pintu dalam keadaan terbuka. Lalu HN masuk dan bermaksud untuk meminta air minum. Di dalam, dia melihat Gagah sedang tidur di atas meja dan melihat dua unit HP terletak di sampingnya.

Kemudian muncul niat jahat untuk mencuri telepon genggam tersebut. “Dia lalu keluar dan memberitahu kawannya, ada kulihat HP, kau pantai di luar ya. Kemudian HN kembali masuk dan tidak berapa lama keluar lagi dan mengajak HE untuk pergi naik becak meninggalkan kantor tersebut,” terangnya.

Keduanya kemudian menjual HP tersebut kepada dua orang berbeda di daerah Pasir Bidang. Uangnya kemudian mereka bagi dua.

“HN bertanya pada HE, ke mana kita jual. HE sempat menawarkan untuk menjualnya ke daerah AMD Kalangan. HN menjawab, jauh sekali. Kemudian HE mengajaknya ke daerah Pasir Bidang untuk menemui seseorang, yakni perantara yang identitasnya masih dirahasiakan. Kemudian, mereka diajak ke lorong X dan menawarkan kepada orang perempuan yang tidak dikenal. Samsung J2 core warna gold tanpa pola, dijual seharga Rp400 ribu. Sementara, HP Sony Xperia warna silver dijual seharga Rp300 ribu. Rp190 ribu mereka habiskan untuk membeli sarapan dan rokok. Kepada perantara diberikan Rp10 ribu. Sisanya Rp500 ribu lagi dibagi dua,” ungkap Sormin.

Kini, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di RTP Polsek Sibolga Sambas. Keduanya dikenakan pasal yang berbeda. Kepada HN dikenakan pasal 363 ayat ke 3e dan 4e, Subsider pasal 362.

Sedangkan kepada HE, dikenakan pasal 363 ayat 1 ke 3e dan 4e Jounto pasal 56 ayat 1 ke 1e dan 2e, dari KUHPidana. (ts)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker