Berita

2 Kurir Ganja Asal Madina Dituntut Hukuman Mati

FaseBerita.ID – Boja dan Dapot tertunduk lesu usai pembacaan tuntutan dalam persidangan pada Selasa (18/8) lalu di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan. Keduanya didakwa atas kasus pendistribusian ganja seberat kurang lebih 250 kilogram. Dan, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) masing-masing dengan Hukuman Mati.

Adi Saputra Nasution nama lengkap Boja. Ia merupakan warga Kampung Sedikit, Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur. Ayah satu anak dan berusia 25 tahun ini dahulu kesehariannya sebagai honorer di Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.

Tapi pendapatan yang tak menentu, dengan tuntutan kebutuhan yang mendesak membuatnya menuruti ajakan seseorang disebut atas nama Adek, untuk mengantarkan sesuatu yang diketahuinya sebagai ganja, dengan iming-iming uang sebesar Rp10 juta.

Pun demikian dengan Pandapotan Rangkuti (44). Warga Desa Padanglaru, Kecamatan Panyabungan Timur ini sedang terdesak biaya persalinan istrinya. Saat mendapat ajakan Adek, untuk mengantar barang haram itu dengan tujuan Kota Padangsidimpuan.

Adek ini yang punya pekerjaan sebagai perekrut keduanya, menjadi kurir. Adek sudah berhubungan dengan Faisal, yang disebut sebagai pemilik ladang dan pasokan ganja. Adek juga menjanjikan uang dibayar penuh setelah barang tersebut sampai di Padangsidimpuan. Dipanjar Rp200 ribu.

Selanjutnya Adek juga meminjam Dump Truk bernomor polisi B 9806 TYT, milik warga Padanglaru, dengan alasan membawa kayu. Mobil ini kemudian diberikan ke Dapot untuk mengemudikannya ke arah Desa Huta Tinggi. nantinya, Dapot akan berkenalan dengan Boja, yang akan jadi temannya ke Padangsidimpuan dan menjadi pemandu jalannya.

Kepada Sahor Bangun Ritonga, sebagai kuasa hukum keduanya, Boja dan Dapot mengungkapkan bila tujuan ganja itu sebenarnya ke Kota Padangsidimpuan, dengan kontak atasnama Roni, yang diberikan Adek. Nama Roni ini diduga samaran atau fiktif.

Hubungan komunikasi tugasnya Boja. Ia diberikan kontak Faisal, oleh Adek. Dan Faisal kemudian akan memberikan nomor kontak tujuan yakni Roni, apabila Boja sudah melaporkan posisinya di Kota Padangsidimpuan.

“Mereka sampai di depan SMP 1. Posisinya dari penuturan keduanya, Dapot di luar mobil, berdiri di samping pintu. Sementara Boja sibuk menelepon kontak Roni, dan Roni katanya akan datang dengan mengenakan helm biru,” ulas Sahor sesuai dengan pengakuan keduanya.

Masih menurut pengakuan mereka, tak lama dari Roni yang berjanji akan segera datang. Suara rem mendecit panjang dan dua mobil mengapit truk mereka. Boja panik dan sempat berlari hingga diamankan di sekitaran itu juga. Sementara Dapot pasrah dengan cepat diamankan. Mereka kemudian dibawa ke Tor Simarsayang, sebagai tempat yang diklaim lokasi mereka diamankan.

Sementara merunut versi dari Kepolisian sebelumnya di awal Tahun lalu. Polres Kota Padangsidimpuan, mengamankan 250 kilogram ganja kering dari dua orang tersangka yakni Adi Syahputra dan Pandapotan Rangkuti, Rabu (8/1) tengah malam. Tujuan ke Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Kapolres Kota Padangsidimpuan saat itu, AKBP Hilman Wijaya, kepada wartawan mengatakan, kedua tersangka tersebut ditangkap pada saat melintas di Jalan Sutan Soripada Mulia, tepatnya di wilayah Bukit Simarsayang.
Senin (24/8) besok. Dijadwalkan, keduanya akan kembali menjalani persidangan dengan agenda Pembacaan Pledoi dari Kuasa Hukum, Sahor Bangun Ritonga.

Menurut Sahor, tuntutan hukuman mati untuk keduanya tidak layak mengingat kedua terdakwa merupakan warga negara yang kooperatif, bukan residivis dan masih banyak nama yang terlibat namun belum terungkap.

“Kemudian, mereka diberi upah yang dijanjikan Rp10 juta yang diberikan masih Rp200 ribu. Pun, mobil truk bukanlah milik pribadi mereka. Justru jika tidak dihukum mati, maka akan bisa membongkar lahan ganja dan kepemilikannya di Panyabungan, yang notabene sumber ganja saat ini dari Panyabungan (Timur),” jelas Sahor, berjanji memperjuangkan hak hidup keduanya agar terhindar dari Hukuman Mati sesuai dengan tuntutan JPU. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button